ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin (BTC) bergerak menguat pada Jumat (2/10/2026), dan kembali mendekati level psikologis USD85.000. Kondisi ini ditopang oleh meredanya kekhawatiran pasar terhadap lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat.
Data dari CoinMarketCap menunjukkan BTC diperdagangkan di sekitar USD84.566,25, naik 1,13% dalam 24 jam terakhir, sementara Ethereum (ETH) juga menguat tipis 0,39% ke USD2.700,05. Sumber lain mencatat penguatan yang sedikit lebih besar, dengan BTC berada di USD84.669 (naik 1,2%) pada pukul 08:00 KST, dan bahkan sempat menembus USD85.000 dalam perdagangan intraday dengan kenaikan hingga 1,76%.
Faktor dominan yang mendorong penguatan Bitcoin hari ini adalah penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS, terutama tenor 10 tahun yang sebelumnya sempat menyentuh 5,342%—level tertinggi sejak April 2002—namun kemudian turun kembali ke sekitar 5,251%. Penurunan ini terjadi setelah Wakil Ketua The Fed, Philip Jefferson, menyampaikan pernyataan yang dianggap dovish, dengan menekankan bahwa The Fed perlu mencermati data dan prospek secara hati-hati sebelum mengambil keputusan kebijakan lebih lanjut.
Baca Juga: Bitcoin Bertahan di USD83.500 di Tengah Momentum yang Melemah
Pasar menafsirkan pernyataan ini sebagai sinyal bahwa kenaikan suku bunga agresif tidak akan segera terjadi, sehingga mengurangi tekanan terhadap aset berisiko seperti Bitcoin. Data CME FedWatch menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga 25 basis poin pada Oktober turun menjadi sekitar 28%, sementara probabilitas suku bunga ditahan berada di kisaran 62–72%.
Selain itu, data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS untuk Agustus yang dirilis sebelumnya menunjukkan inflasi 3,4% secara tahunan, lebih rendah dari perkiraan 3,7%, dan core PCE 3,0%—juga di bawah ekspektasi 3,3%—yang semakin memperkuat ekspektasi bahwa tekanan inflasi mulai mereda dan The Fed memiliki ruang untuk tidak terburu-buru menaikkan suku bunga.
Sentimen positif juga datang dari Citi yang menaikkan target harga Bitcoin 12 bulan dari USD82.000 menjadi USD113.000, dengan alasan arus masuk yang berkelanjutan ke ETF Bitcoin spot serta ekspektasi bahwa investor institusional akan terus meningkatkan permintaan. Kenaikan target harga ini memberikan katalis psikologis yang signifikan bagi pasar, terutama di tengah narasi yang lebih luas bahwa permintaan institusional tetap menjadi fondasi bullish jangka panjang Bitcoin.
Dari sisi on-chain, data menunjukkan bahwa dompet whale (yang memegang antara 10 hingga 10.000 BTC) telah mengakumulasi 41.025 BTC dalam 10 hari terakhir, dengan total kepemilikan kelompok ini mencapai 13,64 juta BTC—setara 67,93% dari total pasokan Bitcoin—level tertinggi dalam enam minggu. Akumulasi ini terjadi di tengah konsolidasi harga, menunjukkan bahwa pemain besar memanfaatkan pelemahan untuk menambah posisi, sebuah sinyal yang secara historis sering mendahului pergerakan naik.

