Bitcoin Bertahan di Atas USD80.000, Konsolidasi Pasar Berlanjut

Bitcoin.

ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin (BTC) diperdagangkan dalam kisaran yang relatif stabil pada Senin (21/9/2026), di atas level psikologis USD80.000, tepatnya bergerak di antara USD80.988 hingga USD82.042 sepanjang hari tersebut. Data dari berbagai bursa kripto global menunjukkan harga pembukaan yang bervariasi; KuCoin mencatat BTC berada di USD81.170,2 dengan penurunan tipis 0,11% pada pukul 00:00 UTC.

Dinamika pasar pada hari itu sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor makroekonomi dan geopolitik yang saling bertentangan. Dari sisi kebijakan moneter, Federal Reserve Amerika Serikat baru saja menaikkan suku bunga sebesar 0,25 poin persentase menjadi 3,75%–4,00% pada 16 September 2026.

Pasar telah mengantisipasi langkah tersebut sehingga dampaknya terhadap Bitcoin relatif terbatas. Sebaliknya, arus masuk dana institusional ke ETF Bitcoin spot justru menjadi penopang utama harga; pada 18 September 2026 tercatat net inflow sebesar $433 juta, diikuti USD159,5 juta pada hari sebelumnya, menandakan kepercayaan investor institusional yang masih kuat terhadap Bitcoin sebagai aset alternatif.

Baca Juga: Harga Bitcoin Bertahan Jelang Pemungutan Suara CLARITY Act

Namun, sentimen pasar juga dibayangi oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Serangan Houthi terhadap Riyadh dan spekulasi mengenai respons militer Amerika Serikat terhadap Iran memicu kembali risk-off sentiment di kalangan investor global. Hal ini menyebabkan sebagian dana mengalir keluar dari aset berisiko, termasuk kripto, sehingga menahan laju penguatan Bitcoin lebih lanjut.

Di sisi lain, harga minyak mentah Brent yang kembali ke sekitar USD104 per barel dan WTI mendekati USD100 turut mempengaruhi dinamika pasar energi dan inflasi yang pada akhirnya berdampak pada ekspektasi kebijakan moneter ke depan. Selain itu, kegagalan Senat AS menyetujui Undang-Undang CLARITY (Clarity Act) dalam voting prosedural menambah ketidakpastian regulasi, meskipun analis menilai bahwa dampaknya sudah tercermin dalam harga karena pasar sejak awal tidak terlalu mengharapkan kelolosan undang-undang tersebut.

Dari perspektif teknikal, level USD82.000–USD83.000 terkonfirmasi sebagai zona resistance kunci jangka pendek setelah Bitcoin gagal bertahan di atasnya pada sesi pagi. Sebaliknya, area USD80.000–USD81.000 berfungsi sebagai support pertama yang cukup solid; jika level ini bertahan, pasar cenderung tetap berada dalam fase konsolidasi dan pemulihan tingkat tinggi.

Indeks Fear & Greed Kripto berada di angka 70 (dari sebelumnya 71), yang masih menunjukkan sentimen “greed” atau optimisme yang moderat di kalangan pelaku pasar. Sementara itu, kapitalisasi pasar kripto global diperkirakan mencapai USD2.810 triliun, naik 1,3% dibandingkan hari sebelumnya, dengan altcoin seperti Ethereum, BNB, dan XRP mencatat kenaikan yang lebih kuat dibandingkan Bitcoin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *