ASIAWORLDVIEW – Raksasa perbankan Swiss UBS, dengan aset kelolaan lebih dari US$7 triliun, kembali mencuri perhatian pasar kripto global. Berdasarkan pengajuan 13F ke SEC pada 13 Agustus 2026, UBS melaporkan lonjakan eksposur opsi beli (call option) terhadap iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock lebih dari 24 kali lipat secara kuartalan—dari 80.000 saham dasar pada akhir Maret menjadi 1,95 juta saham dasar per 30 Juni 2026.
Lonjakan ini terjadi di tengah langkah UBS yang sejak awal tahun mulai mempersiapkan layanan perdagangan Bitcoin dan Ethereum bagi nasabah private banking di Swiss—sebuah sinyal bahwa bank terbesar Swiss ini semakin serius menjemput aset digital, setidaknya untuk segmen nasabah kaya.
Nilai pasar yang diatribusikan pada posisi call option mencapai US$64,9 juta, sementara posisi put option hanya US$4,8 juta. Adapun kepemilikan langsung IBIT—yang sebenarnya bernilai sekitar US$13,6 juta—hanya naik 12% dari kuartal sebelumnya.
Baca Juga: Bitcoin Masuki Fase Sinyal, Hadapi Ancaman Rantai Ganda
Menariknya, posisi langsung IBIT UBS masih berada di bawah angka 548.614 saham yang dilaporkan pada akhir 2025.Artinya, meskipun opsi call melonjak drastis, kepemilikan spot UBS terhadap IBIT justru belum kembali ke level puncaknya.
Lonjakan 24 kali lipat pada posisi call option, dikombinasikan dengan penurunan signifikan pada posisi put, menunjukkan pergeseran eksposur UBS ke arah netral-to-bullish terhadap Bitcoin melalui IBIT.
Call option memberikan hak—tanpa kewajiban—untuk membeli saham IBIT di masa depan dengan harga yang telah ditentukan. Dengan kata lain, UBS kini memiliki “tiket” untuk memperoleh eksposur Bitcoin yang jauh lebih besar dari kepemilikan spot-nya saat ini—jika harga bergerak sesuai harapan.
Beberapa analis melihat ini sebagai langkah institusional yang terukur, bukan bukti adopsi penuh skala besar oleh bank. Namun, dari perspektif Asia—di mana adopsi kripto institusional terus tumbuh dengan Hong Kong dan Singapura sebagai hub utama—langkah UBS ini menambah deretan bank-bank besar global yang mulai memanfaatkan instrumen derivatif teregulasi untuk mendapatkan eksposur Bitcoin.
