ASIAWORLDVIEW – Tiramisu menjadi viral dengan berbagai rasa karena inovasi dalam dunia kuliner yang membuat dessert klasik ini semakin menarik bagi banyak orang. Awalnya, tiramisu dikenal sebagai makanan penutup khas Italia dengan rasa kopi dan mascarpone yang khas.
Nama “tiramisu” berasal dari bahasa Italia “tira mi su”, yang berarti “angkat aku” atau “buat aku semangat”. Camilan ini mulai dikenal luas setelah ditampilkan dalam Expo Milan 1972, dan sejak saat itu menjadi salah satu dessert paling populer di dunia.
Baca Juga: Kombinasi Rasa Unik Black Pillow Crêpes Series dari Kitchenette X Acaii
Tiramisu dengan berbagai rasa menjadi tren karena banyak kafe dan toko dessert menciptakan versi unik tiramisu untuk menarik pelanggan. Di beberapa negara, tiramisu dimodifikasi dengan bahan khas seperti teh hijau di Jepang atau durian di Asia Tenggara.
Kekuatan sosial media, seperti TikTok, juga menjadi alasan utama lainnya. Banyak food influencer dan content creator yang membagikan resep dan review tiramisu dengan berbagai rasa, membuatnya semakin viral.
Kini banyak variasi rasa yang muncul. Misalnya, tiramisu cokelat, matcha, stroberi, dan taro atau ubi.
Penjual tiramisu juga makin kreatif. Mereka membuat sajian ini makin menarik dengan rasa unik tersebut, dikemas dengan manis.
Sejarah

Salah satu teori menyebutkan bahwa tiramisu pertama kali dibuat di restoran Le Beccherie di Treviso pada tahun 1972 oleh Roberto Linguanotto, seorang ahli kue.
Versi lain menyebutkan, tiramisu terinspirasi dari menu sarapan yang dibuat oleh ibu mertua Alba Campeol, pemilik Le Beccherie, untuk membantu pemulihan setelah melahirkan.
Namun warga lokal Italia percaya bahwa tiramisu adalah evolusi dari hidangan Italia bernama “sbatudin”, yang terdiri dari kuning telur dan gula yang dikocok.
Resep tiramisu yang sederhana tanpa perlu oven atau mixer membuatnya populer di kalangan pecinta baking. Dengan berbagai inovasi ini, tiramisu tetap menjadi salah satu dessert favorit yang terus berkembang.
