ASIAWORLDVIEW – Ekonomi Indonesia mengecewakan dengan pertumbuhan 4,95% di kuartal ketiga. Lemahnya konsumsi berarti target pertumbuhan ekonomi Prabowo sebesar 8% akan ‘sulit dicapai
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi tumbuh 5,11 persen yoy pada Triwulan-I 2024, tetapi kemudian melambat menjadi 5,05 persen yoy pada kuartal berikutnya. Ekonomi Indonesia telah mengalami tren penurunan dalam pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yoy.
“Apa yang kita capai di kuartal ketiga ini masih sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan 4,94% di kuartal ketiga tahun lalu. Secara kumulatif, ekonomi kita tumbuh 5,03 persen pada [Januari-September],” kata Amalia A Widyasanti, pelaksana tugas (Plt) Kepala BPS.
Baca Juga: Pengangguran di Indonesia Dibayang-bayangi Krisis Ekonomi dan Ketidakpastian Global
Industri pengolahan menjadi pendorong ekonomi terbesar di kuartal ketiga. Industri ini menyumbang 0,96% dari pertumbuhan 4,95% yoy pada periode tersebut, diikuti oleh sektor konstruksi (0,71%) dan perdagangan (0,63%).
Industri pengolahan secara keseluruhan mengalami ekspansi 4,72% yoy pada periode Juli-September. Permintaan domestik dan luar negeri yang melonjak telah mendorong pertumbuhan industri pengolahan. Sebagai contoh, industri makanan dan minuman Indonesia berekspansi 5,82% yoy karena para produsen bergegas untuk memenuhi pesanan dari pembeli lokal dan internasional.
