ASIAWORLDVIEW – Indonesia sedang memperluas penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) ke Arab Saudi, terutama untuk memudahkan transaksi bagi jamaah haji dan umroh. Bank Indonesia (BI) telah mengonfirmasi bahwa QRIS akan segera diterapkan di Arab Saudi, memungkinkan WNI bertransaksi tanpa perlu menukar Rupiah ke Riyal.
Indonesia berpotensi mendapatkan hingga USD 8 miliar per tahun dalam valuta asing dari transaksi digital yang dilakukan oleh jemaah Haji dan Umrah. Rata-rata dari menggunakan sistem pembayaran QRIS.
Hal itu diungkapkan Menteri Koordinasi Urusan Ekonomi, Airlangan Hartarto. Menurutnya, potensi ekonomi ini dapat disadap oleh negara jika transaksi dilakukan dengan menggunakan sistem QRIS, yang menghubungkan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Moneter Arab Saudi.
“Transaksi US $ 8 miliar ini dapat menguntungkan Indonesia jika transaksi dilakukan melalui QRI,” katanya pada diskusi ekonom Islam Indonesia, menurut sebuah pernyataan, dikuti Asiaworldview.com.
Baca Juga: BI Tegaskan Penggunaan Lintas Batas QRIS Terus Berkembang
Langkah ini adalah bagian dari strategi untuk memperkuat ekonomi Syariah nasional, khususnya melalui pengembangan industri halal dan integrasi sistem keuangan digital di seluruh negara, tambahnya.
Saat ini, sektor halal adalah pilar utama pembangunan ekonomi nasional, dan terus inklusif, tambahnya. Dia mencatat bahwa peraturan produk halal Indonesia adalah yang paling komprehensif di dunia, dengan sertifikasi halal yang diatur oleh hukum.
“Indonesia dipercaya sebagai mitra dagang halal oleh negara -negara seperti Brunei Darussalam, Jepang, dan Korea Selatan,” katanya.
Dia memberi tahu bahwa sektor makanan dan minuman halal menyumbang hampir 40 persen dari total kegiatan ekonomi nasional.
Pemerintah juga terus mendorong upaya untuk memperluas peran MSM di ekosistem halal dengan mendukung proses sertifikasi, termasuk melalui skema deklarasi diri gratis, tambahnya. Dia kemudian menyoroti potensi Indonesia untuk menjadi pusat ekonomi Syariah dunia.
