BI Tegaskan Penggunaan Lintas Batas QRIS Terus Berkembang

QRIS.

ASIAWORLDVIEW – Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta mengatakan bahwa Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sekarang dapat dioperasikan di negara lain. Hal ini termasuk Singapura, Malaysia, dan Thailand, dengan rencana kerjasama yang akan datang dengan Jepang, India, Korea Selatan, China, dan Arab Saudi.

“Penggunaan QRIS secara lintas batas terus berkembang,” kata Filianingsih baru-baru ini. “Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk membangun ekosistem pembayaran digital yang lebih inklusif dan efisien.”

Keunggulan utama QRIS lintas batas, kemudahan transaksi tanpa perlu konversi mata uang, yang mendukung efisiensi perdagangan dan investasi digital. Teknologi ini juga mendorong inklusi keuangan, terutama bagi UMKM yang kini dapat menjangkau pasar internasional.

Baca Juga: Trump Gusar Keberadaan QRIS dan GPN, Dianggap Ganggu Dinamika Ekonomi Global

Bank Indonesia juga terus berinovasi dengan fitur seperti QRIS Tap, yang menggunakan teknologi NFC untuk mendukung transaksi di berbagai sektor.

Diluncurkan pada tahun 2019, QRIS telah menjadi landasan strategi keuangan digital Indonesia. Pada kuartal pertama tahun 2025, platform ini telah menjangkau 56,3 juta pengguna dan memfasilitasi 2,6 miliar transaksi senilai Rp 262,1 triliun.

QRIS saat ini digunakan oleh 38,1 juta pedagang, sebagian besar adalah usaha kecil, tanpa persyaratan transaksi minimum dan biaya yang rendah atau bahkan tanpa biaya untuk pedagang mikro.