ASIAWORDLVIEW – Indonesia masih dihadapkan berbagai risiko ketidakpastian global. Ekonomi global di tahun 2024-2025 diproyeksikan masih di bawah tren jangka panjang. Demikian halnya untuk Inflasi, meskipun menurun, namun inflasi global masih di level yang tinggi.
Meski demikian, sejumlah capaian perekonomian Indonesia di tahun 2023 lalu telah menunjukkan kinerja ekonomi yang solid. Hal tersebut juga didukung oleh indikator utama makroekonomi yang secara konsisten terus menunjukkan peningkatan.
Tak hanya ekonomi, Indonesia telah bergulat dengan penurunan jumlah kelas menengah dalam beberapa tahun terakhir, bahkan ketika negara Asia Tenggara ini berusaha untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% pada tahun 2025.
Baca Juga: Pengangguran di Indonesia Juga Terjadi akibat Pembangunan Tak Merata
“Banyak orang menghadapi kesulitan ekonomi selama krisis baru-baru ini, yang menyebabkan penurunan daya beli mereka. Kelas menengah sekarang menghadapi risiko yang lebih besar untuk jatuh ke dalam kelompok rentan,” kata pelaksana tugas kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti.
Dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang sedang berlangsung, Widyasanti mengatakan bahwa kelas menengah semakin sulit untuk naik ke kelas atas dan beresiko jatuh kembali ke dalam kategori “mendekati kelas menengah” atau bahkan “miskin”.
