ASIAWORLDVIEW – Tren makeup pengantin dengan gaya Barbie Look yang dipadukan dengan adat Jawa sedang viral dan menjadi perbincangan hangat. Barbie Look dikenal dengan tampilan yang flawless, cerah, dan feminin, seperti kulit mulus, pipi merona, mata besar dengan bulu mata lentik, serta sentuhan warna pink yang lembut.
Namun, beberapa makeup artist (MUA) memberikan pendapat bahwa gaya ini kurang sesuai dengan pakem riasan adat Jawa, yang memiliki aturan dan simbolisme tersendiri. Riasan adat Jawa, termasuk Yogyakarta dan Solo biasanya lebih klasik, dengan elemen tradisional yang memperkuat aura pengantin dan menghormati tradisi.
Aisyah Adriani, Makeup Artist menjelaskan, pakem makeup pengantin adat Jawa mengikuti tradisi yang kaya akan simbolisme dan estetika. Secara garis besar, perbedaan antara adat Jogja dan Solo juga terlihat dalam bentuk paes, sanggul, dan riasan wajah.
“Paes Jogja cenderung meruncing dengan prada emas. Sementara paes Solo berbentuk membulat tanpa prada emas. Tapi, memang sebagai MUA memiliki ciri khas masing-masing,” ia mengatakan.
Baca Juga: Makeup Elegan untuk Hari Kartini, Ikuti Tips Berikut Ini!

Mengutip Jurnal Universitas Sebelas Maret berjudul Makna Filosofi dan Fungsi Tata Rias Pernikahan Jawa, adat Jogja biasanya menggunakan kebaya dengan kain batik motif Parang, sementara adat Solo sering memilih motif Sidomukti. Semua ini menunjukkan kekayaan budaya Jawa yang indah dan penuh makna.
Pakem mencerminkan warisan budaya yang kaya dari Keraton Yogyakarta dan Surakarta. Mengikuti pakem membantu menjaga keaslian tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Tak sekadar dibuat, setiap elemen dalam tata rias memiliki simbolisme mendalam. Misalnya, paes yang melambangkan keindahan, kesucian, dan harapan untuk kehidupan rumah tangga yang harmonis.
Selain itu, pakem menjadi identitas budaya. Hal ini membedakan tata rias pengantin Jogja dan Solo dari daerah lain, memberikan identitas unik yang mencerminkan nilai-nilai lokal. Dalam upacara pernikahan adat Jawa, tata rias yang sesuai pakem dianggap membawa keberkahan dan keharmonisan bagi pasangan pengantin.
Dengan mengikuti pakem, perias tidak hanya menciptakan tampilan yang indah tetapi juga menghormati nilai-nilai budaya yang mendalam.
