Philips Foundation Gandeng World Child Cancer, Bantu Atasi Kanker Anak di Indonesia

Philips Foundation

ASIAWORLDVIEW Indonesia menghadapi tantangan signifikan dalam deteksi dan pengobatan kanker anak. Diperkirakan lebih dari 10.000 anak mengidap kanker setiap tahun. Namun, rata-rata hanya 2.000 kasus yang tercatat antara tahun 2021 hingga 2023 – sebagian besar disebabkan oleh kesenjangan dalam kesadaran, akses ke perawatan, dan kekurangan ahli onkologi pediatrik, terutama di daerah terpencil.

Philips Foundation ingin menyediakan akses ke layanan kesehatan berkualitas bagi 100 juta orang per tahun di komunitas yang kurang terlayani pada tahun 2030, telah mengumumkan kerja sama dengan World Child Cancer (WCC) untuk meluncurkan inisiatif berskala besar yang bertujuan meningkatkan deteksi dini dan pengobatan kanker anak di Indonesia.

“Setiap tahun, sekitar 61.000 kasus baru kanker anak didiagnosis di wilayah Asia Tenggara, namun hampir setengahnya tidak terdeteksi. Ini lebih dari sekedar angka – tetapi juga menyangkut anak-anak dengan masa depan yang panjang,” ujar Margot Cooijmans, Direktur Philips Foundation, dikutip Asiaworldview.com, Selasa (22/4/2025).

Baca Juga: Program Makan Siang Gratis Mulai Diluncurkan, Apa Menu Sehat untuk Anak?

Selama beberapa tahun, kerja sama ini akan memperkenalkan aplikasi kesehatan inovatif sebagai sumber informasi utama mengenai kanker anak – membantu penyedia layanan kesehatan, orang tua, dan masyarakat untuk melakukan diagnosis dini secara komprehensif dan memberikan rujukan yang tepat.

“Inilah mengapa kami sangat berkomitmen untuk mengurangi ketidaksetaraan kesehatan dan memberi lebih banyak anak di Indonesia kesempatan untuk tumbuh sehat. Dengan memanfaatkan keahlian teknologi kami dan membangun kolaborasi kuat dengan mitra lokal kami, kami bertujuan menciptakan dampak yang besar dan tahan lama pada perawatan kanker anak.”

Program pelatihan yang kuat juga akan diluncurkan untuk meningkatkan keterampilan ahli radiologi dalam deteksi kanker anak menggunakan teknologi ultrasound dan CT, melalui serangkaian modul e-learning dan sesi pelatihan langsung.
Pelaksanaan inisiatif ini akan didukung oleh Onkologi Anak Princess Máxima Center di Belanda serta beberapa mitra lokal di Indonesia sepert

Rumah Sakit Umum Hasan Sadikin di Bandung, Rumah Sakit Umum Dr. Sardjito di Yogyakarta, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada, dan Yayasan Anyo Indonesia

“Setiap anak berhak mendapatkan kesempatan yang sama sejak dini – akan diagnosis kanker yang akurat serta akses yang setara terhadap pengobatan dan perawatan – itulah yang mendorong misi kami. Melalui kerja sama dengan beberapa pemangku kepentingan ini, kami menjembatani kesenjangan dalam perawatan kanker anak di Indonesia — meningkatkan kesadaran, mendorong diagnosis dan pengobatan yang lebih awal, serta meningkatkan tingkat kelangsungan hidup,” kata Welmer Blom, Managing Director World Child Cancer Belanda.