ASIAWORLDVIEW – Jakarta Fashion Week (JFW) 2025 memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Dari data yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan (Kemendag), JFW mendorong tren ekspor fashion Indonesia yang tumbuh sebesar 20,71 persen.
Keragaman sosial budaya, keragaman hayati alam dan kreativitas manusia Indonesia merupakan aset yang berlimpah bagi para pelaku kreatif dan inovatif, khususnya para desainer fashion dalam berkarya untuk mampu menembus pasar fashion dunia.
Andadika Surasetja, Creative Director JFW 2025 mengungkapkan sederet nama besar di industri fashion Indonesia hingga nama-nama baru yang bermunculan. Kunci kemajuan dan keberhasilan menembus pasar dunia untuk fashion adalah kolaborasi yang baik antara pemerintah, pemerintah daerah, desainer, pelaku usaha, perbankan, dan platform digital, serta tren anak muda ke ekonomi hijau yang berkelanjutan.
Baca Juga: Proyek Ambisius, Prabowo Targetkan Pertumbuhan Ekonomi hingga 8 Persen
- JFW menarik pengunjung internasional, pembeli fashion, yang dapat meningkatkan pendapatan pariwisata melalui masa inap di hotel, tempat makan, dan atraksi lokal. Acara ini menyediakan platform bagi para desainer Indonesia untuk memamerkan karya mereka, yang berpotensi meningkatkan penjualan dan pengenalan merek baik secara lokal maupun internasional.
- Sorotan terhadap dunia fashion Indonesia dapat menarik investasi dalam dan luar negeri di sektor fesyen dan tekstil. Dengan menyoroti tekstil dan kerajinan lokal, JFW dapat membantu mempromosikan warisan budaya Indonesia, yang berpotensi meningkatkan permintaan akan produk tradisional.
- Acara ini memupuk koneksi di antara para pemangku kepentingan industri, yang mengarah pada kolaborasi yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan inovasi industri. Secara keseluruhan, JFW 2025 siap menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi di sektor fashion Indonesia dan sekitarnya.
