ASIAWORLDVIEW – Suasana meriah yang biasa terjadi pada hari raya Idul Fitri untuk menandai berakhirnya bulan suci Ramadhan di Indonesia tahun ini telah meredup. Masyarakat yang bergulat dengan melonjaknya harga-harga makanan, pakaian, dan barang-barang kebutuhan pokok.
Pengeluaran konsumen menjelang hari raya keagamaan terbesar bagi umat Islam, yang dirayakan hari ini, Senin (31/3/2025), telah menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Prediksi perlambatan sirkulasi uang tunai karena lebih sedikitnya jumlah pemudik.
Setiap tahun di Indonesia, hampir tiga perempat dari negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia ini melakukan perjalanan mudik tahunan. Biasanya selalu disambut dengan penuh kegembiraan.
Baca Juga: Beban Hidup dan Ekonomi Masyarakat Indonesia Terus Bertambah
Orang-orang berdatangan dari kota-kota besar untuk kembali ke desa-desa untuk merayakan hari raya dengan doa, pesta, dan kumpul keluarga. Penerbangan penuh dan kerabat yang cemas karena terbebani oleh kotak-kotak hadiah membentuk antrian panjang di stasiun bus dan kereta api untuk mudik.
Namun tahun ini, Kementerian Perhubungan mengatakan bahwa 146 juta orang melakukan perjalanan untuk Idul Fitri, turun 24 persen dari tahun lalu yang mencapai 194 juta pemudik.
Kamar Dagang dan Industri Indonesia memproyeksikan bahwa perputaran uang selama Idul Fitri akan mencapai 137,97 triliun rupiah, turun dari 157,3 triliun tahun lalu. Melemahnya daya beli juga tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen Bank Indonesia yang turun menjadi 126,4 di bulan Februari dari 127,2 di bulan Januari.
