Bapanas Gelar Pasar Murah, Stabilkan Tingkat Konsumsi Masyarakat

Stok beras Bulog.

ASIAWORLDVIEW – Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah meningkatkan pergerakan makanan murah (GPM), melakukan operasi di 2.158 lokasi di seluruh negeri, untuk memastikan stabilitas harga dan keterjangkauan selama Ramadhan dan di depan Idul Fitri.

“Sejak awal tahun 2025 hingga Maret, kami telah mengeksekusi 2.158 inisiatif GPM di 31 provinsi dan 205 distrik dan kota,” kata kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi, Minggu (23/3/2025), menyoroti komitmen pemerintah untuk menyediakan makanan pokok yang terjangkau dan berkualitas.

Program GPM berfokus pada menstabilkan harga tingkat konsumen untuk komoditas penting seperti beras, minyak goreng, dan cabai, menawarkan mereka dengan harga di dalam plafon harga eceran pemerintah.

Baca Juga: Permintaan Bahan Pangan Meningkat saat Ramadan, Pemerintah Pastikan Harga Stabil

“Baik inflasi inti dan inflasi makanan yang mudah menguap tetap berada dalam rentang yang dapat diterima,” ia menegaskan.

Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren positif dalam inflasi tahunan untuk Februari 2025. Inflasi inti mencapai 2,48 persen, dan inflasi makanan yang mudah menguap pada 0,56 persen, dengan inflasi beras bulanan pada 0,26 persen.

“Kondisi yang menguntungkan dari pasokan dan harga komoditas makanan strategis selama Ramadhan, menyatakan optimisme untuk stabilitas yang berkelanjutan melalui Idul Fitri,” ia menambahkan.

Subsidi pemerintah daerah dalam GPM untuk lebih menstabilkan harga yang mengarah ke Idul Fitri, sejajar dengan arahan dari Kementerian Koordinasi untuk Makanan.