Permintaan Bahan Pangan Meningkat saat Ramadan, Pemerintah Pastikan Harga Stabil

Pedagang bahan pangan di pasar.(DPRD DKI)

ASIAWORLDVIEW – Harga bahan pokok di Indonesia cenderung naik selama Ramadhan karena permintaan meningkat dari makanan pra-fajar dan iftar harian. Tren ini seringkali bahkan berlangsung sampai Idul Fitri biasanya orang biasanya menyiapkan makanan untuk merayakan akhir Ramadhan.

Pemerintah meyakinkan masyarakat tak perlu panik dengan kondisi tersebut. Persediaan stok bahan pokok dan makanan di Indonesia masih sangat cukup.

Hal itu diungkapkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Menurutnya, Indonesia memiliki pasokan makanan yang cukup untuk lima bulan ke depan, memastikan stoknya cukup untuk masyarakat.

“Persediaan komoditas makanan strategis kami sudah cukup untuk tiga, empat dan bahkan lima bulan mendatang. Kami juga terus menghasilkan makanan,” kata Andi Amran di Jakarta, sambil menambahkan bahwa harga akan tetap relatif stabil.

Baca Juga: Harga Emas Alami Tekanan akibat Kebijakan Tarif AS

Harga bahan pokok di Indonesia dipantau secara ketat oleh pemerintah untuk memastikan stabilitas dan keterjangkauan bagi masyarakat Ia juga mendesak pedagang untuk tidak menjual komoditas pangan di luar harga eceran maksimum.

“Ada banyaknya produksi dan persediaan. Tidak ada alasan atau celah untuk menaikkan harga di atas batasan,” kata Andi Amran.

Untuk tujuan ini, kementerian telah berkoordinasi dengan polisi untuk mengambil tindakan tegas jika ada yang menjual makanan di luar harga eceran maksimum.

“Kami bahkan akan mencabut izin jual-beli bagi pedagang yang melampaui batas harga. Ini sesuatu yang bisa dihukum,” pungkasnya.