ASIAWORLDVIEW – Presiden Prabowo Subianto berusaha untuk meyakinkan investor setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam sebesar 6% dalam satu sesi perdagangan. Langkah ini memicu kekhawatiran atas stabilitas pasar.
Pertemuan dengan investor sedang diatur sebagai bagian dari upaya untuk memulihkan kepercayaan. Presiden Prabowo dijadwalkan bertemu dengan para investor pasar modal untuk memberikan penjelasan dan memastikan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga disiplin fiskal serta stabilitas ekonomi.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, juga menyatakan bahwa pemerintah akan mengambil langkah konkret untuk mengatasi situasi ini dan memulihkan kepercayaan pasar. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memberikan sinyal positif kepada investor dan membantu IHSG pulih dari tekanan pasar.
Baca Juga: IHSG Berada di Posisi Terendah, Bagaimana Nasib Perekonomian Indonesia?
JCI jatuh 395,8 poin menjadi 6.076 selama perdagangan hari Selasa, mendorong pejabat pemerintah untuk merespons. Rencana pertemuan itu diungkapkan oleh Luhut Binsar Pandjaitan, ketua Dewan Ekonomi Nasional.
Indonesia Stock Exchange (IDX) menghentikan perdagangan pada pukul 11:19 pagi waktu setempat selama 30 menit karena indeks melanggar ambang penurunan 5 persen. Namun, JCI rebound pada hari Rabu, dengan IDX melaporkan kenaikan 1,42 persen, mendorong indeks patokan naik 88 poin menjadi ditutup pada 6.311.
Pemulihan sebagian didorong oleh intervensi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang mengumumkan kebijakan yang memungkinkan pembelian kembali saham tanpa persetujuan pemegang saham, yang bertujuan untuk menstabilkan sentimen pasar.
