ASIAWORLDVIEW – Indonesia perlu melakukan transformasi ekonomi untuk keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah. Akhirnya, bisa mencapai visi Indonesia Emas pada tahun 2045.
Hal tersebut diungkapkan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Rachmat Pambudi. Ia mendukung seruannya untuk melakukan transformasi ekonomi dengan mencatat bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia telah berkisar di sekitar 5% selama dua dekade terakhir, yang mencegah Indonesia mencapai status negara berpenghasilan tinggi.
Pambudi menyampaikan hal ini dalam sebuah pertemuan dengan perwakilan Organisasi Produktivitas Asia (APO) di Jakarta, menurut sebuah pernyataan dari Kementerian PPN yang dikeluarkan hari Minggu (23/2/2025).
Ia mengatakan bahwa Kementerian PPN dan APO telah menandatangani sebuah letter of intent tahun lalu untuk memulai perumusan Rencana Induk Produktivitas Nasional (RIPN).
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Skenario Penurunan Tiket Pesawat untuk Idul Fitri 2025
Rencana induk ini diharapkan dapat memberikan peta jalan bagi Indonesia untuk meningkatkan produktivitas, membangun ekosistem yang lebih inovatif dan kompetitif, serta mencapai ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Pambudi menegaskan bahwa kementeriannya berkomitmen untuk mendukung seluruh proses penyusunan RIPN dan mengembangkan ketentuan-ketentuan turunan yang akan diimplementasikan di seluruh kementerian dan lembaga untuk memastikan pelaksanaan rencana tersebut secara efektif.
“Ia juga menekankan p”Perlunya pemerintah daerah mengadopsi RIPN untuk menyesuaikan strategi peningkatan produktivitas dengan kebutuhan lokal,” ia menambahkan.
