ASIAWORLDVIEW – Alibaba makin mantap dalam membangun ekosistem Artificial Intelligence atau AI dengan membangun ekosistem full-stack, termasuk chip buatan sendiri. Selain itu, mengembangkan infrastruktur cloud, model fondasi, hingga aplikasi praktis yang langsung terintegrasi ke dalam layanan bisnis.
Teknologi AI kini diposisikan sebagai penggerak utama pertumbuhan di sektor e-commerce, cloud, dan enterprise. Alhasil menjadi pilar strategis dalam transformasi digital perusahaan.
Keseluruhan strategi tersebut menjadi tulang punggung utama, dengan 105 availability zone di 32 wilayah global yang memungkinkan layanan AI dan cloud berjalan secara scalable. Juga mendukung ekspansi internasional.
Di awal tahun, Alibaba memperbarui Qwen App, aplikasi asisten AI untuk para konsumen yang mengintegrasikan layanan Taobao, Alipay, Fliggy, dan Amap ke dalam satu antarmuka percakapan (conversational interface) terpadu. Melalui integrasi ini, pengguna dapat menjalankan berbagai kebutuhan secara lebih mulus, mulai dari belanja, pembayaran, perjalanan, hingga navigasi.
Alibaba juga memperkenalkan Qwen3.7-Max, large language model (LLM) generasi terbaru yang dirancang untuk mendukung agentic coding tingkat lanjut, penalaran (reasoning) kompleks, serta eksekusi tugas jangka panjang. Menurut Artificial Analysis, Qwen3.7-Max mengungguli sejumlah model terkemuka dari China dan mampu menandingi sistem AI global papan atas.
Baca Juga: Era Baru, Agentic AI Alibaba Cloud Mampu Bernalar dan Bertindak
Alibaba membentuk Alibaba Token Hub (ATH) pada Maret 2026, yang menyatukan lini bisnis AI utama seperti Tongyi Lab, Qwen, Wukong, dan layanan MaaS (Model-as-a-Service). Business Group di bawah kepemimpinan Chief Executive Officer Eddie Wu. Grup bisnis ini menaungi Tongyi Laboratory, lini bisnis MaaS (Model-as-a-Service), Qwen Business Unit, Wukong Business Unit, dan AI Innovation Business Unit.
Pembentukan ATH menjadi langkah penting Alibaba dalam menggabungkan tim dan produk AI utamanya ke dalam satu payung. Grup bisnis ini dibentuk dengan satu misi utama, yaitu untuk menciptakan, menyalurkan, dan menerapkan token di seluruh ekosistem miliknya.
Pada bulan Juni 2026, Alibaba memperluas jajaran model AI-nya melalui peluncuran HappyHorse 1.1, model generasi video dengan peningkatan pada realisme gerak, konsistensi, dan kualitas visual. Sejak HappyHorse 1.0 diperkenalkan pada April, model ini telah banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan kreatif, mulai dari pembuatan konten video pendek, periklanan, pemasaran brand, hingga sinematik gim.
Selain itu, Alibaba juga memperkenalkan HappyOyster 1.0, interactive world model yang dihadirkan dengan kemampuan interaksi lingkungan yang lebih baik, kontrol yang lebih luas, serta alur cerita yang dapat diputar ulang. Dengan kemampuan tersebut, HappyOyster 1.0 ini membantu mempercepat produksi film interaktif, gim, dan berbagai pengalaman visual.
