Era Baru, Agentic AI Alibaba Cloud Mampu Bernalar dan Bertindak

Alibaba

ASIAWORLDVIEW – Alibaba Cloud secara resmi meluncurkan ekosistem Agentic Artificial Intelligence atau AI canggih yang dirancang untuk melayani para pelanggan global. Peluncuran ini menandai sebuah era baru di mana AI tidak lagi sekadar merespons perintah (prompt), melainkan bertindak sebagai agen cerdas (AI Agent) yang mampu bernalar, merencanakan, dan mengeksekusi tugas secara otonom dalam alur kerja yang kompleks.

Dipimpin oleh Dr. Feifei Li, Chief Technology Officer dan Presiden Bisnis Internasional Alibaba Cloud, ekosistem ini dibangun di atas keyakinan bahwa konsumen utama cloud di masa depan tidak lagi semata-mata manusia, melainkan AI Agent itu sendiri. Ini menuntut sebuah revolusi total dari seluruh tumpukan teknologi.

“Era agentic AI membawa perubahan besar dalam cara kita berinteraksi dengan teknologi,” jelas  Dr. Feifei Li, Chief Technology Officer dan President of International Business Alibaba Cloud.

Di jantung ekosistem ini terdapat model bahasa besar terbaru, Qwen3.7-Max, yang dirancang sebagai fondasi kokoh bagi berbagai AI Agent. Dengan skor 56.6 dalam indeks Artificial Analysis, model ini menduduki peringkat kelima secara global, pertama di antara model-model asal China, dan mampu bersaing dengan model-model canggih seperti GPT, Claude, serta Gemini.

Baca Juga: AI Alibaba Rilis Proyeksi Harga Baru untuk XRP, PEPE, dan DOGE

“Melalui ekosistem AI full-stack yang kami bangun, kami tidak hanya menghadirkan model AI yang canggih, tetapi juga produk AI-native dan infrastruktur cloud agentic yang membantu pelanggan global kami mengintegrasikan AI ke dalam berbagai aspek operasional mereka secara lebih mulus,” ia menambahkan.

Tidak hanya unggul dalam “berbicara”, Qwen3.7-Max terbukti mampu “bertindak”, seperti yang ditunjukkan dalam sebuah demonstrasi di mana model ini secara mandiri menulis dan menyempurnakan kernel AI untuk chip “Zhenwu M890” hanya dalam waktu 35 jam. Teknologi ini menghasilkan peningkatan kinerja sepuluh kali lipat dari versi resmi.

Untuk mendukung kinerja para agen ini, Alibaba Cloud juga melakukan peningkatan besar-besaran pada infrastruktur Agentic Cloud-nya. Sebuah Skills Portal baru meluncurkan lebih dari 60 produk cloud, termasuk database dan keamanan, ke dalam format standar yang dapat dipanggil oleh agen semudah memanggil fungsi.

Selain itu, peningkatan pada lingkungan runtime agen mencakup penyediaan sandbox tereksekusi ringan, memori antar-tugas, dan aliran data yang mulus. Semuanya penting untuk pengoperasian agen yang aman dan andal.

Untuk menyederhanakan akses bagi pengembang dan bisnis, Alibaba Cloud memperkenalkan Qwen Cloud, sebuah platform cloud baru yang benar-benar ramah agen (AI-Native). Berbeda dengan portal cloud tradisional, Qwen Cloud memiliki desain tiga pintu masuk yang revolusioner: sebuah situs web untuk pengguna manusia, antarmuka baris perintah (CLI) untuk integrasi alur kerja, serta antarmuka Skills yang memungkinkan agen untuk membaca dan menggunakan semua kemampuan platform secara mandiri. Platform ini menghimpun model-model unggulan dari berbagai sumber, termasuk model proprietary Qwen, model open-source, dan model pihak ketiga, untuk menangani berbagai macam tugas multimodal.

Peluncuran ini juga mencakup jajaran produk agen baru untuk kebutuhan spesifik. MuleRun adalah platform agen serba guna yang mendukung kolaborasi banyak agen untuk tugas-tugas seperti riset dan pembuatan laporan, sementara platform Cloud Agents dari Qoder menawarkan solusi yang sepenuhnya terkelola, memungkinkan sebuah AI Agent untuk dipasang dan berjalan hanya dalam waktu satu hari.

Untuk memastikan ekosistem ini dapat diadopsi secara luas, Alibaba Cloud juga mengumumkan inisiatif pelatihan di Singapura, bekerja sama dengan NTUC dan ST Telemedia, untuk membekali lebih dari 1.000 usaha kecil, pelajar, dan pengembang lokal dengan keterampilan praktis dalam AI Generatif dan Agentic. Dengan pengumuman ini, Alibaba Cloud secara tegas memposisikan dirinya sebagai pemimpin dalam lanskap AI yang sedang berubah, melampaui persaingan model tunggal menuju pertarungan sistem end-to-end, dan mendefinisikan ulang bagaimana dunia akan berinteraksi dengan teknologi di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *