ASIAWORLDVIEW – Kondisi pasar Bitcoin awal Juli 2026 menunjukkan dinamika yang kompleks: setelah sempat jatuh ke level terendah 21 bulan di kisaran USD 57.700–57.950 pada 1 Juli. Harga berhasil rebound ke USD 61.000–63.000 pada 4–5 Juli.
Meski begitu, volatilitas tetap tinggi karena faktor teknikal dan fundamental yang saling tarik menarik. Dari sisi teknikal, penembusan ke bawah 200-week Moving Average sempat memicu kekhawatiran investor jangka panjang, meski rebound di atasnya memberi sedikit kelegaan.
“Pergerakan Bitcoin dalam beberapa hari terakhir mencerminkan pasar yang masih mencari keseimbangan. Penurunan di bawah 200-week Moving Average memang menjadi sinyal teknikal yang penting, tetapi rebound yang terjadi menunjukkan bahwa minat beli masih muncul di area support. Untuk jangka pendek, pasar masih membutuhkan konfirmasi sebelum dapat kembali memasuki tren bullish yang lebih kuat,” ujar Yudhono Rawis, CEO & Founder FLOQ, dikutip Asia World View, Senin (6/7/2026).
Kondisi saat ini menunjukkan bahwa pasar sedang berada dalam fase validasi, di mana investor masih menunggu kepastian dari sisi makroekonomi maupun regulasi. Area USD 62.500 kini menjadi resistance penting. Sementara zona USD 60.000–62.000 berfungsi ganda sebagai support sekaligus resistance, sehingga arah harga berikutnya sangat bergantung pada kekuatan volume perdagangan.
Baca Juga: Bitcoin Pulih ke Atas USD60.700 Usai Pernyataan Fed, Solana Pimpin Kenaikan Kripto
“Data ekonomi terbaru memberikan sinyal bahwa tekanan inflasi mulai mereda, sementara pasar tenaga kerja mulai kehilangan momentum. Kondisi ini membuka peluang bagi The Fed untuk mengambil pendekatan yang lebih hati-hati. Walaupun belum menjadi sinyal penuh untuk kembali ke mode risk-on, sentimen tersebut cukup membantu meredakan tekanan terhadap aset berisiko, termasuk kripto,” jelas Yudho
Secara fundamental, pasar masih dibayangi arus keluar besar dari spot Bitcoin ETF senilai USD 4,15 miliar sepanjang Juni, menandakan kehati-hatian institusi. Walau sempat ada inflow USD 221,7 juta pada 2 Juli yang dipimpin Fidelity.
Tren jangka panjang tetap negatif. Rebound ke USD 63.000 lebih banyak dipicu oleh likuidasi posisi short senilai USD 41 juta, bukan permintaan baru yang kuat. Faktor makroekonomi juga berperan: data tenaga kerja AS yang melemah dan ekspektasi keputusan suku bunga Fed akhir Juli menjadi penentu arah pasar.
Dari sisi sentimen, long-term holders justru menambah kepemilikan lebih dari 356.000 BTC, menunjukkan keyakinan jangka panjang meski volatilitas tinggi. Namun, Fear & Greed Index masih berada di level Extreme Fear (22), menandakan pasar belum pulih secara psikologis. Aktivitas pembelian korporasi seperti Metaplanet yang menambah 2.823 BTC memberi dukungan tambahan di tengah tekanan institusional. Secara keseluruhan, rebound Bitcoin saat ini lebih merupakan hasil dari faktor teknikal dan likuidasi short, sementara arah jangka menengah masih bergantung pada kemampuan harga menembus resistance kunci dan dinamika ETF.
