ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin atau BTC hari ini, Rabu (27/6/2026), menunjukkan pelemahan yang signifikan, berada di sekitar USD 75.621,62 atau setara dengan kurang lebih Rp 1,34 miliar.
Berdasarkan data dari CoinMarketCap, aset kripto terbesar di dunia ini tercatat turun sekitar 1,95% dalam 24 jam terakhir, dan secara mingguan juga mengalami kontraksi sebesar 1,12%. Pelemahan ini terjadi di tengah pasar kripto global yang mayoritas bergerak di zona merah; dari 15 aset dengan kapitalisasi pasar terbesar, hanya sedikit yang mampu mencatatkan kenaikan tipis.
Sementara aset lain seperti Ethereum (ETH), Binance Coin (BNB), XRP, dan Solana (SOL) juga ikut terkoreksi. Meskipun demikian, Bitcoin masih tetap menjadi aset digital terbesar dengan kapitalisasi pasar yang mencapai USD 1,51 triliun dan terus menjadi acuan utama bagi arah pasar kripto secara keseluruhan.
Baca Juga: Kadaluwarsa Opsi Bitcoin Picu Likuidasi USD2 Miliar
Indeks Ketakutan dan Keserakahan Kripto (Crypto Fear and Greed Index) pada hari itu berada di level 37. Hal ini mengindikasikan sentimen pasar masih didominasi oleh rasa “takut” (fear) di kalangan investor.
Sementara itu, tingkat volatilitas Bitcoin yang diukur melalui Indeks Volatilitas Tersirat Volmex (Volmex Implied Volatility Index) turun ke level 36,11, yang merupakan titik terendah dalam sembilan bulan terakhir—mencerminkan aktivitas spekulatif yang semakin menurun dan investor ritel yang mulai mencari peluang di pasar lain seperti saham kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor.
Harga gagal bertahan di atas level psikologis USD 77.000, bahkan sempat menembus ke bawah level tersebut dan melanjutkan pelemahan, yang mengonfirmasi bahwa tekanan jual masih sangat dominan. Beberapa indikator teknikal utama memberikan sinyal bearish yang jelas.
