ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin (BTC) hari ini, Selasa (26/5/2026), berada di kisaran USD 77.234–77.257 atau sekitar Rp 1,36–1,37 miliar. Aset digital ini mengalami kenaikan tipis antara 0,25–0,53% dalam 24 jam terakhir.
Kapitalisasi pasar Bitcoin mencapai USD 1,55 triliun, menjadikannya tetap sebagai aset kripto terbesar. Pergerakan ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang beragam, di mana beberapa aset utama.
Ethereum (ETH) dan BNB ikut menguat, sementara Solana (SOL) dan Dogecoin (DOGE) mengalami koreksi kecil. Ethereum berada di kisaran USD 2.109–2.110 dengan kapitalisasi USD 254,7 miliar.
Baca Juga: Kadaluwarsa Opsi Bitcoin Picu Likuidasi USD2 Miliar
BNB naik ke USD 661,70 dengan kapitalisasi USD 89,2 miliar. XRP juga mencatat kenaikan tipis di level USD 1,34–1,35, sementara Solana bergerak di kisaran USD 84–85 dengan tren campuran, dan Dogecoin turun ke USD 0,10.
Kenaikan Bitcoin hari ini dipengaruhi oleh beberapa faktor penting. Sentimen global membaik karena adanya harapan tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran, yang memberi dorongan positif pada pasar aset berisiko termasuk kripto.
Selain itu, arus dana ETF Bitcoin spot menunjukkan pelemahan minat investor institusional, dengan tercatat arus keluar sekitar 16.000 BTC dalam sepekan terakhir. Hal ini menandakan sebagian besar investor besar masih berhati-hati. Ketiga, netflow bursa kripto memperlihatkan lebih banyak Bitcoin masuk ke bursa (sekitar 18.000 BTC) dibanding keluar, yang meningkatkan potensi tekanan jual jangka pendek. Keempat, volume perdagangan ETF Bitcoin turun drastis di bawah USD 20 miliar per hari, jauh lebih rendah dibanding akhir 2025 yang sempat melampaui USD 50 miliar, sehingga likuiditas pasar berkurang.
Secara keseluruhan, meski Bitcoin masih mampu bertahan di atas level USD 77.000, tekanan jual dari arus keluar ETF dan netflow bursa tetap menjadi tantangan. Level psikologis USD 80.000 kini menjadi target penting bagi pasar, dengan syarat arus dana institusional kembali masuk dan aktivitas perdagangan meningkat.
Kondisi ini menunjukkan bahwa Bitcoin sedang berada dalam fase konsolidasi, di mana investor menimbang antara potensi kenaikan lebih lanjut dan risiko koreksi akibat lemahnya likuiditas.
