ASIAWORLDVIEW – Selama ini, masyarakat lebih mengenal osteoporosis sebagai penyakit yang berkaitan dengan penuaan, yaitu penurunan kepadatan tulang yang meningkatkan risiko patah tulang. Namun, ada kondisi lain yang sama pentingnya yaitu sarcopenia, yakni penurunan massa, kekuatan, dan fungsi otot seiring bertambahnya usia.
“Jika osteoporosis menyebabkan tulang rapuh, maka sarcopenia membuat otot melemah sehingga tubuh kehilangan kemampuan untuk menopang aktivitas sehari-hari. Kedua kondisi ini sering berjalan beriringan, memperburuk risiko jatuh, patah tulang, dan hilangnya kemandirian pada lansia,” sebut dr. Andhika Respati, Sp.KO, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga di acara HiLo Strong Fest 2026.
“Otot yang melemah membuat keseimbangan tubuh terganggu, meningkatkan risiko jatuh, dan memperlambat pemulihan pasca operasi. Selain itu, sarcopenia dapat memicu sarcopenic obesity, yaitu kombinasi hilangnya massa otot dengan penumpukan lemak berlebih, yang meningkatkan risiko penyakit metabolik seperti diabetes dan gangguan jantung,” ia menambahkan.
Sarcopenia sering kali kurang mendapat perhatian karena gejalanya berkembang perlahan dan dianggap sebagai bagian normal dari penuaan. Padahal, dampaknya bisa sama serius dengan osteoporosis.
Menjaga kesehatan otot sama pentingnya dengan menjaga kepadatan tulang. Upaya pencegahan sarcopenia meliputi latihan ketahanan seperti angkat beban atau resistance band, konsumsi protein yang cukup, serta dukungan nutrisi seperti vitamin D dan omega-3. Dengan kesadaran yang sama besar terhadap sarcopenia dan osteoporosis, masyarakat dapat lebih siap menghadapi proses penuaan dan mempertahankan kualitas hidup di usia lanjut.
Baca Juga: Festival Hi-Lo Strong Fest: Kesehatan Otot Jadi Investasi Sejak Usia Produktif
“Menjaga massa otot agar tidak hilang membutuhkan kombinasi strategi yang mencakup latihan fisik, nutrisi, dan gaya hidup sehat,” jelasnya.
Aktivitas fisik rutin berperan besar dalam menjaga kebugaran tubuh secara keseluruhan. Tidak hanya memperkuat otot, tetapi juga meningkatkan kesehatan jantung, paru-paru, dan sistem metabolisme.
Latihan ketahanan seperti angkat beban, penggunaan resistance band, atau senam kekuatan sangat efektif untuk merangsang pertumbuhan otot dan mempertahankan kekuatannya, terutama pada usia lanjut. Selain itu, asupan protein yang cukup menjadi kunci utama, dengan rekomendasi sekitar 20–35 gram per makan dari sumber berkualitas seperti daging, ikan, telur, susu, dan kacang-kacangan.
“Protein berperan dalam memperbaiki jaringan otot yang rusak dan membangun massa otot baru. Tidak kalah penting, vitamin D dan omega-3 juga mendukung kesehatan otot dan tulang, serta membantu mengurangi peradangan yang dapat mempercepat hilangnya otot. Jadi, asupan makanan juga sama pentingnya,” tambahnya.
