IHSG Bergerak di Zona Hijau, Investor Waspadai Risiko Profit Taking

Ilustrasi memantau pergerakan saham.(Pexel/

ASIAWORLDVIEW – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Senin (6/7/2026), dibuka di zona hijau pada level 5.893. Angkanya sempat naik ke kisaran 5.919–5.928, dengan rentang pergerakan harian antara 5.864 (terendah) hingga 5.935 (tertinggi).

Aktivitas perdagangan cukup aktif dengan nilai transaksi sekitar Rp1,5 triliun dan volume hampir 3 miliar saham, sementara kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.371 triliun. Dari sisi pergerakan saham, sebanyak 386 saham menguat, 156 melemah, dan 417 stagnan, menunjukkan dominasi sentimen positif meski masih ada tekanan jual.

Sentimen pasar hari ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Dari sisi global, data ketenagakerjaan AS yang melemah menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, sehingga mendukung penguatan bursa dunia. Namun, ketidakpastian geopolitik AS-Iran dan harga energi tetap menjadi risiko eksternal.

Untuk rekomendasi saham, strategi Buy on Weakness disarankan pada saham AVIA, JPFA, MLPL, dan PSAB, sementara strategi Speculative Buy atau trading buy dapat diterapkan pada saham BMRI, TINS, BRMS, BFIN, KOTA, MDKA, dan BRIS. Namun, investor tetap perlu berhati-hati terhadap risiko aksi ambil untung setelah reli tajam pada Jumat lalu, volatilitas global akibat ketegangan geopolitik, serta nilai tukar rupiah yang masih berada di level psikologis Rp18.000 per USD, yang menjadi faktor penting bagi investor asing.

Baca Juga: IHSG Dibuka Melemah, Investor Asing Lepas Saham Big Caps

Di kawasan Asia, bursa bergerak variatif: Hang Seng dan Shanghai Composite menguat, sementara Nikkei Jepang dan Kospi Korea melemah. Dari dalam negeri, investor mencermati rilis cadangan devisa, indeks kepercayaan konsumen, serta neraca dagang sebagai penentu arah IHSG.

IHSG memiliki support di level 5.780–5.850 menurut BNI Sekuritas dan 5.486–5.317 menurut MNC Sekuritas. Sementara itu, resistance berada di kisaran 5.900–5.950, dengan target kenaikan menuju 6.000–6.150 jika momentum positif berlanjut.

Potensi koreksi tetap ada, dengan risiko penurunan ke area 5.472–5.540 apabila tekanan jual meningkat. Analisis gelombang (wave analysis) menunjukkan IHSG berada pada bagian dari wave (b) dari wave [iv], sehingga masih ada risiko koreksi jangka pendek.

IHSG hari ini bergerak positif tetapi tetap rawan koreksi karena aksi profit taking dan tekanan eksternal. Dengan strategi yang tepat, investor masih memiliki peluang untuk memanfaatkan momentum penguatan, terutama pada saham-saham pilihan di sektor perbankan dan komoditas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *