IHSG Menguat, Didukung Sektor Perbankan dan Energi

Ilustrasi pergerakan harga saham.(freepik)

ASIAWORLDVIEW – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat (3/7/2026), menunjukkan penguatan signifikan setelah dibuka naik 2,03% ke level 5.861. Penutupan sebelumnya di 5.744.

Pergerakan ini mencerminkan optimisme pasar yang cukup kuat, meski investor asing masih mencatat aksi jual. IHSG sempat bergerak di kisaran intraday antara 5.805,92 hingga 5.866,33. Volume transaksi mencapai sekitar 2,9 miliar saham, nilai transaksi Rp1,6 triliun, dan frekuensi perdagangan lebih dari 190 ribu kali.

Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia pun meningkat ke sekitar Rp10.260 triliun. Kondisi ini menandakan adanya dorongan likuiditas yang cukup besar.

IHSG mencerminkan momentum positif yang cukup kuat, meski tetap ada risiko dari aksi jual asing dan pelemahan rupiah yang berada di kisaran Rp17.990–Rp18.050 per USD. Volatilitas global yang masih tinggi, investor perlu tetap berhati-hati. Tren penguatan hari ini menunjukkan adanya peluang konsolidasi menuju resistance psikologis di level 6.000 jika momentum positif berlanjut.

Baca Juga: IHSG Dibuka Melemah, Investor Asing Lepas Saham Big Caps

Mayoritas sektor saham berada di zona hijau, termasuk indeks unggulan seperti LQ45 yang naik 2,23% ke 578,11, IDX30 yang naik 2,15% ke 327,39, Kompas100 yang naik 2,37% ke 761,72, serta Jakarta Islamic Index (JII) yang naik 2,62% ke 347,08. Saham perbankan besar seperti BBCA, BBRI, BMRI.

Saham di sektor energi dan telekomunikasi menjadi penopang utama penguatan indeks. Hal ini menunjukkan bahwa investor masih menaruh kepercayaan pada saham-saham big caps yang memiliki fundamental kuat dan likuiditas tinggi.

Faktor pendorong utama datang dari sentimen global, di mana mayoritas bursa Asia turut menguat, termasuk Hang Seng (+1,60%), KOSPI (+3,00%), dan Nikkei (+0,66%). Selain itu, data tenaga kerja Amerika Serikat melalui rilis Non-Farm Payrolls menunjukkan pelemahan, sehingga menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

Kondisi ini memberi sentimen positif bagi pasar saham negara berkembang, termasuk Indonesia, karena tekanan terhadap arus modal keluar menjadi lebih ringan. Dari sisi domestik, injeksi dana pemerintah ke bank-bank Himbara juga memperkuat sektor perbankan, yang kemudian mendukung penguatan IHSG secara keseluruhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *