ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin hari ini, Selasa (30/6/2026), bergerak di kisaran USD59.834–USD60.269 atau sekitar Rp1,07–1,08 miliar per koin. Kondisi ini menunjukkan pemulihan tipis setelah sempat tertekan di bawah level psikologis USD60.000.
Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin mencatat kenaikan moderat sekitar 1–2%, meski secara mingguan masih turun lebih dari 6%. Kapitalisasi pasar kripto terbesar ini berada di sekitar US$1,2 triliun, menegaskan posisinya sebagai aset digital utama di tengah gejolak pasar.
Harga Bitcoin hari ini mencerminkan fase konsolidasi setelah penurunan tajam. Prospek jangka pendek masih penuh ketidakpastian, dengan arah pergerakan sangat bergantung pada kemampuan mempertahankan support USD59.800 dan munculnya katalis positif baru.
Baca Juga: Brasil Perluas Strategi Cadangan Bitcoin
Pergerakan harga saat ini dipengaruhi oleh beberapa faktor penting. Tekanan jual yang sempat mendominasi pekan lalu mulai mereda, sehingga likuiditas pasar kembali stabil.
Korelasi Bitcoin dengan indeks saham global seperti S&P 500 masih kuat, menandakan bahwa faktor makroekonomi seperti inflasi dan kebijakan moneter AS berperan besar dalam menentukan arah harga. Selain itu, sentimen investor masih berhati-hati, tercermin dari Crypto Fear & Greed Index yang berada di level rendah (18–36), menunjukkan dominasi rasa takut di pasar.
Tekanan tambahan juga datang dari arus keluar ETF Bitcoin spot di AS yang mencapai USD4,4 miliar sepanjang Juni 2026. Kondisi tersebut membuat permintaan institusional melemah.
Dari sisi teknikal, Bitcoin menghadapi zona support krusial di USD59.800–USD60.000. Jika level ini mampu bertahan, ada peluang rebound menuju USD62.000 sebagai resistensi psikologis berikutnya.
Namun, jika support ini jebol, harga berpotensi turun ke USD58.000 atau bahkan lebih rendah. Kondisi ini membuat investor ritel cenderung melepas kepemilikan, sementara investor institusi masih menahan posisi.
Stabilitas pasar kripto global, kebijakan moneter, serta arus masuk kembali ke ETF akan menjadi faktor penentu apakah Bitcoin mampu kembali menguat atau justru melanjutkan tren bearish.
