Festival Budaya dan Alam Jadi Magnet Wisata Dieng

Bukit Sikunir, Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah.(Asia World View/Desika Pemita)

ASIAWORLDVIEW – Menjelang musim liburan, kawasan Dieng di Jawa Tengah semakin meningkatkan kesiapan untuk menyambut lonjakan wisatawan saat musim liburan. Pemerintah daerah bersama pengelola destinasi memperkuat berbagai aspek, mulai dari infrastruktur jalan menuju kawasan, fasilitas parkir, hingga penataan lokasi wisata agar tetap nyaman meski jumlah pengunjung meningkat.

“Kami mengimbau pengelola destinasi, pengelola homestay, dan seluruh pelaku wisata agar mempersiapkan diri secara optimal serta memberikan layanan prima kepada wisatawan. Jadi, pengalaman berwisata yang aman, nyaman, berkualitas, dan berkelanjutan dapat benar-benar terwujud,” kata Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa dalam keterangannya saat berkunjung ke  Kawah Sikidang, Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah.

Lonjakan wisatawan ke Dieng biasanya terjadi saat liburan panjang, terutama karena daya tarik utama seperti Dieng Culture Festival, panorama alam pegunungan, Telaga Warna, Kawah Sikidang, hingga kompleks candi kuno yang menjadi magnet wisata budaya. Pemerintah daerah memproyeksikan jumlah perjalanan wisatawan selama periode libur sekolah pada Juni hingga Juli 2026 mencapai sekitar 34.020 perjalanan.

“Pariwisata berkualitas harus menjadi tujuan bersama. Bukan hanya menghadirkan daya tarik wisata, tetapi juga memastikan pengelolaan destinasi dilakukan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ia menambahkan.

Baca Juga: Tren Pariwisata Indonesia Bergeser, Wisatawan Pilih ke Surga Tersembunyi

Untuk menjaga kenyamanan, ia juga juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan, serta melibatkan masyarakat lokal dalam penyediaan kuliner dan homestay. Dengan langkah-langkah ini, Dieng tidak hanya siap menghadapi peningkatan jumlah pengunjung, tetapi juga berupaya menjaga kualitas pengalaman wisata agar tetap berkesan dan berkelanjutan.

Dieng menjadi destinasi unggulan Jawa Tengah karena menawarkan perpaduan unik antara keindahan alam, warisan budaya, dan nilai geologi yang luar biasa. Berada di ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut, kawasan ini menghadirkan panorama spektakuler berupa telaga, kawah vulkanik, serta bukit seperti Sikunir yang terkenal dengan sunrise menawan. Suhu dingin yang bisa turun hingga 0°C bahkan memunculkan fenomena embun es atau Bun Upas, menjadikannya daya tarik langka di Indonesia.

Selain itu, Dieng memiliki 23 situs geologi yang diakui sebagai bagian dari Geopark Nasional sejak Mei 2025, memperkuat posisinya sebagai pusat penelitian sekaligus wisata edukatif. Kekayaan budaya juga menjadi magnet tersendiri, mulai dari tradisi potong rambut gimbal, keberadaan candi Hindu abad ke-8, hingga seni dan kearifan lokal yang masih hidup di masyarakat. Wisatawan dapat menikmati beragam destinasi seperti Kawah Sikidang, Telaga Warna, Kompleks Candi Arjuna, hingga desa wisata Dieng Kulon, yang masing-masing menawarkan pengalaman berbeda.

Dieng tidak hanya menarik wisatawan domestik, tetapi juga peneliti dan turis mancanegara yang ingin menyaksikan fenomena alam serta budaya unik. Semua faktor ini menjadikan Dieng sebagai destinasi yang selalu dirindukan setiap tahun, sekaligus simbol harmoni antara alam, sejarah, dan tradisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *