ASIAWORLDVIEW – Tokocrypto resmi bergabung dengan ICEx Group. Langkah ini menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan industri aset digital Indonesia.
Tokocrypto, yang dikenal sebagai pionir bursa kripto di tanah air, kini resmi berada di bawah ekosistem ICEx Group yang terdiri dari tiga pilar utama, Indonesia Crypto Exchange (ICEx) sebagai bursa, Crypto Asset Clearing International (CACI) sebagai lembaga kliring, dan International Crypto Custodian (ICC) sebagai kustodian aset digital. Struktur ini meniru model pasar modal tradisional, sehingga menghadirkan sistem perdagangan kripto yang lebih teratur, transparan, dan diawasi langsung oleh OJK.
Langkah ini bukan sekadar konsolidasi bisnis, melainkan strategi untuk memperkuat fondasi ekosistem kripto nasional. Dengan bergabungnya Tokocrypto, pasar aset digital Indonesia mendapatkan dukungan infrastruktur yang lebih kokoh, mulai dari mekanisme kliring yang menjamin keamanan transaksi hingga kustodian yang memastikan penyimpanan aset digital sesuai standar internasional. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor, baik ritel maupun institusional, sekaligus memperluas inklusi finansial di masyarakat.
CEO Tokocrypto Calvin Kizana mengatakan, bergabungnya Tokocrypto ke ICEx Group merupakan milestone penting bagi perusahaan untuk memperluas kontribusinya dalam pengembangan industri aset digital Indonesia. Langkah ini diharapkan menjadi awal dari peluang yang lebih besar bagi Tokocrypto ke depan.
Baca Juga: Tokocrypto: Ekosistem Kripto di Indonesia Diharapkan Lebih Transparan dan Aman
“Tokocrypto menyambut positif bergabungnya kami ke dalam ekosistem ICEx Group. Langkah ini sejalan dengan komitmen kami untuk mendukung penuh pertumbuhan industri aset keuangan digital nasional dan memperkuat ekosistem pasar yang semakin terintegrasi. Kami percaya kolaborasi antar pelaku industri, dukungan infrastruktur pasar, serta inovasi berkelanjutan akan menjadi fondasi penting bagi perkembangan ekosistem aset digital Indonesia ke depan,” ujar Calvin.
Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah akun konsumen aset digital di Indonesia telah mencapai lebih dari 21,7 juta per April 2026, dengan nilai transaksi spot kripto hampir Rp99 triliun dalam empat bulan pertama tahun ini. Angka tersebut menegaskan bahwa minat masyarakat terhadap aset digital terus tumbuh, sehingga kehadiran Tokocrypto di ICEx Group akan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pasar kripto terbesar di Asia Tenggara.
Selain itu, ICEx Group memiliki agenda ambisius untuk mengembangkan tokenisasi aset dunia nyata (RWA), layanan kustodian kripto, hingga inisiatif stablecoin nasional. Dengan dukungan Tokocrypto, ekosistem ini berpotensi menjadikan Indonesia sebagai hub regional aset digital, menarik investasi global, dan mendorong inovasi finansial berbasis blockchain.
“Kami menyambut baik bergabungnya Tokocrypto ke dalam ekosistem ICEX Group. Dengan telah bergabungnya lima PAKD hingga saat ini, kami melihat momentum positif bagi penguatan infrastruktur pasar aset keuangan digital Indonesia. Fokus kami tetap pada pembangunan ekosistem yang mengedepankan integritas pasar, efisiensi operasional, perlindungan investor, dan kepatuhan terhadap regulasi,” sebut CEO ICEX Group, Kai Hamza.
