ASIAWORLDVIEW – Starfindo kini memasuki fase penting dengan dimulainya proses pemilihan ketua untuk periode kepengurusan 2026–2029. Momentum ini bukan hanya sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan juga penentu arah strategis organisasi dalam menghadapi tantangan dan peluang beberapa tahun ke depan. Pemilihan ketua baru diharapkan mampu menghadirkan sosok yang visioner, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan anggota serta perkembangan lingkungan eksternal.
Proses pemilihan menjadi simbol demokratisasi internal yang memberi ruang bagi partisipasi aktif seluruh anggota. Kepemimpinan Starfindo periode mendatang dipandang krusial karena organisasi perlu memperkuat tata kelola, memperluas jaringan kolaborasi, serta meningkatkan kontribusi terhadap komunitas yang lebih luas.
Dengan kandidat yang memiliki latar belakang berbeda, pemilihan ini juga mencerminkan adanya regenerasi kepemimpinan yang diharapkan membawa gagasan segar, mulai dari penguatan struktur internal, pengembangan program berbasis teknologi, hingga memperluas kerja sama lintas sektor.
Maulana Wiga dan Yosef Aditya Duta Dwiwangga masuk dalam bursa calon ketua Starfindo untuk periode kepengurusan 2026–2029. Kehadiran dua nama ini mencerminkan dinamika internal Starfindo yang terus berkembang, sekaligus menunjukkan adanya regenerasi kepemimpinan yang diharapkan mampu membawa organisasi ke tahap berikutnya.
Baca Juga: Menteri Teuku Riefky Puji Starfindo–Ekraf, Buka Jalan Inovasi dan Digitalisasi Industri Kreatif
Maulana Wiga dikenal sebagai sosok dengan latar belakang kepemimpinan yang kuat dan pengalaman dalam mengelola program strategis. Sementara Yosef Aditya Duta Dwiwangga memiliki reputasi sebagai figur yang visioner dengan fokus pada inovasi dan penguatan jaringan.
Maulana Wiga, sosok pemimpin muda yang menonjol karena kiprahnya di berbagai bidang bisnis, sosial, dan pemerintahan. Sejak 2018 ia menjabat sebagai CEO Bepahkupi, memimpin perusahaan dengan fokus pada pengembangan bisnis sekaligus membangun komunitas. Pada 2022, ia dipercaya sebagai Head of Investment Starfindo, berperan dalam merancang strategi investasi dan memperkuat ekosistem finansial organisasi. Di tahun yang sama, ia juga menjadi Komisaris BEKAFE, mengawasi arah kebijakan perusahaan di sektor kreatif dan bisnis.
Selain kiprah di dunia korporasi, Maulana aktif dalam peran sosial dan pemerintahan. Ia ditunjuk sebagai Ambassador Kementerian Pertanian RI sejak 2021, mendukung program pertanian milenial dengan mendorong inovasi dan pemberdayaan petani muda. Ia juga menjabat sebagai President PT Bepah Karya Indonesia sejak 2020, serta mendirikan Beduli Indonesia pada 2021, sebuah organisasi sosial yang berfokus pada kegiatan kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam ranah sosial, Maulana pernah menjadi Duta Petani Milenial Republik Indonesia pada 2021, menggagas program untuk meningkatkan partisipasi generasi muda di sektor pertanian.
Ciri kepemimpinan Maulana Wiga dapat dirangkum dalam tiga hal utama: visioner, dengan fokus pada inovasi dan pengembangan lintas sektor; inklusif, dengan dorongan kuat agar generasi muda berpartisipasi dalam pertanian, bisnis, dan sosial; serta berorientasi pada dampak, menggabungkan peran bisnis dengan kontribusi nyata bagi masyarakat. Profil ini menegaskan bahwa ia adalah figur yang mampu menjembatani dunia usaha dengan kepentingan sosial, menjadikan kepemimpinannya relevan dan berpengaruh di berbagai bidang.
Pencalonan mereka bukan hanya sekadar kompetisi personal, melainkan bagian dari proses demokratisasi organisasi yang memberi ruang bagi anggota untuk menentukan arah kebijakan di masa depan. Periode 2026–2029 dipandang sebagai masa transisi penting.
Dengan latar belakang dan visi masing-masing, baik Maulana maupun Yosef diharapkan mampu menawarkan gagasan segar, mulai dari penguatan struktur internal, pengembangan program berbasis teknologi, hingga memperluas kolaborasi lintas sektor.
