ASIAWORLDVIEW – Pasar kripto tampaknya akan menghadapi pekan yang sibuk. Bitcoin dan aset berisiko lainnya menjadi sorotan para trader yang tengah menanti sinyal dari Federal Reserve AS, data ketenagakerjaan AS, dan Bank of Japan.
Peristiwa terbesar bagi pasar kripto adalah kesepakatan AS-Iran. Perjanjian damai tersebut diperkirakan akan ditandatangani pada 19 Juni 2026 di Swiss, demikian diumumkan oleh PM Pakistan Shehbaz Sharif. Hal ini dapat mengarah pada pembukaan kembali Selat Hormuz, yang mungkin berdampak positif pada Bitcoin dan kripto seiring meredanya ketegangan geopolitik.
Baca Juga: Ketegangan Global dan IPO SpaceX Warnai Pergerakan Kripto
Namun, menjelang kesepakatan tersebut, pasar kripto bersiap menghadapi volatilitas akibat pertemuan FOMC pada 16-17 Juni. Selama pertemuan The Fed ini, Ketua The Fed Kevin Warsh akan mengambil keputusan suku bunga pertamanya. Pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga tetap. Namun, investor akan memperhatikan komentar Warsh mengenai inflasi dan langkah-langkah kebijakan di masa depan.
Ada beberapa laporan ekonomi yang akan dirilis sebelum keputusan The Fed. Pada Selasa, 16 Juni, pasar akan mendapatkan data permulaan pembangunan perumahan dan izin bangunan bulan Mei.
Selain itu, penjualan ritel, penjualan rumah yang tertunda, dan persediaan bisnis merupakan faktor kunci yang perlu diperhatikan. The Fed akan mengambil keputusan mengenai suku bunga pada pukul 14.00 waktus etempat.
