ASIAWORLDVIEW – Gastronomi Indonesia memiliki keunikan yang lahir dari keragaman budaya, bahan lokal, dan tradisi kuliner yang kaya. Setiap daerah menawarkan cita rasa khas yang mencerminkan identitas masyarakatnya, mulai dari penggunaan rempah-rempah Nusantara hingga teknik memasak tradisional yang diwariskan turun-temurun.
Hal itu dijelaskan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. Dalam penyelenggaraan “Chef Expo 2026”, berharap gelaran ini menjadi ruang kolaborasi strategis yang memperkuat langkah bersama dalam membawa gastronomi Indonesia dikenal di panggung dunia.
“Budaya gastronomi nusantara dan pariwisata Indonesia merupakan dua hal yang tak terpisahkan. Semakin populer makanan Indonesia, semakin besar pula daya tarik Indonesia sebagai destinasi wisata dunia,” katanya, Kamis (7/5/2026).
Baca Juga: Gastronomi Autentik Lewat Perpaduan Kuliner Tradisional dan Pemberdayaan Lansia
Industri kuliner atau gastronomi memiliki keterkaitan erat dengan sektor pariwisata karena makanan sering menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan. Melalui kuliner, wisatawan tidak hanya menikmati cita rasa khas suatu daerah, tetapi juga mengenal identitas budaya dan tradisi masyarakat setempat.
Hidangan lokal berfungsi sebagai pintu masuk untuk memahami sejarah, nilai, dan cara hidup suatu bangsa. Alhasiil menjadikan pengalaman wisata lebih autentik dan berkesan.
Gastronomi dapat menjadi magnet yang mendorong perjalanan wisata sekaligus memperkuat citra destinasi di mata dunia. Dengan promosi yang tepat, kolaborasi lintas sektor, serta inovasi yang tetap menjaga autentisitas, gastronomi Indonesia diharapkan mampu mendunia, memperkuat diplomasi budaya, dan membuka peluang ekonomi melalui pariwisata kuliner.
“Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi kekuatan gastronomi dunia melalui kekayaan rempah, keragaman budaya, serta tradisi kuliner yang diwariskan lintas generasi telah melahirkan ragam cita rasa khas yang tidak dimiliki bangsa lain,” ia menambahkan.
