ASIAWORLDVIEW – Perempuan kerap kali tidak jujur terhadap dirinya sendiri, misalnya dengan menekan perasaan, menolak mengakui kebutuhan, atau berpura-pura baik-baik saja. Hal itu dapat menimbulkan dampak negatif pada kondisi psikologisnya.
Psikiater dr. Elvine Gunawan, Sp.KJ menjelaskan, ketidakjujuran internal membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk memahami diri secara utuh. Akhirnya, emosi yang terpendam bisa berubah menjadi stres, kecemasan, atau bahkan rasa hampa.
“Sikap ini dapat menghambat proses pemulihan dan pertumbuhan pribadi karena ia tidak memberi ruang bagi dirinya untuk menghadapi kenyataan dengan jujur,” ia mengatakan.
“Padahal, kejujuran terhadap diri sendiri bukan sekadar keberanian mengakui kelemahan, tetapi juga langkah penting untuk membangun kesehatan mental yang lebih stabil dan kehidupan yang lebih autentik,” ia menambahkan.
Baca Juga: Kebersihan Menstruasi Jadi Fokus Edukasi Remaja Putri
Masalah lain yang dialami perempuan, menyalahkan diri sendiri atas kondisi yang dialaminya. Kondisi tersebut sering kali muncul dari tekanan sosial, pengalaman traumatis, atau pola pikir yang terbentuk sejak lama.
“Segala kesulitan yang terjadi adalah akibat dari kelemahannya, padahal kenyataannya banyak faktor eksternal yang berperan. Itu banyak dialami oleh kita, perempuan,” ia menambahkan.
Sikap menyalahkan diri ini bisa membuatnya terjebak dalam rasa bersalah yang berlebihan, menurunkan kepercayaan diri, dan menghambat langkah untuk mencari solusi. Penting untuk memahami bahwa menyalahkan diri bukanlah jalan keluar, melainkan sebuah beban tambahan yang memperparah keadaan.
“Dukungan dari lingkungan sekitar serta kesadaran bahwa setiap orang berhak atas empati dan kesempatan untuk bangkit dapat membantu perempuan tersebut melepaskan rasa bersalah dan mulai melihat dirinya dengan lebih penuh kasih,” pungkasnya.
