ASIAWORLDVIEW – Raffi Ahmad tengah menjadi perbincangan netizen hingga hari ini, Minggu (7/6/2026). Artis yang juga dikenal sebagai “Sultan Andara” ini diketahui baru saja menjalankan operasi. Ia diketahui mengalami lipoma, yaitu tumor jinak berupa benjolan bulat atau oval yang tumbuh di bawah permukaan kulit.
Raffi Ahmad menjalani operasi untuk mengangkat benjolan berukuran sekitar 5–6 cm yang muncul di bahu kiri dan punggungnya. Setelah tindakan medis tersebut, kondisinya dilaporkan stabil dan ia sudah kembali beraktivitas.
Mengutip Jurnal Kesehatan yang dikeluarkan Poltekkes Kemenkes Surabaya, benjolan ini biasanya terasa lunak, mudah digerakkan dengan jari, dan umumnya tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, jika ukurannya membesar, lipoma bisa menekan saraf atau jaringan sekitar sehingga menimbulkan ketidaknyamanan.
Penyebab utama lipoma adalah faktor genetik, sehingga pencegahannya tidak bisa dilakukan secara mutlak. Orang dengan riwayat keluarga lipoma memiliki risiko lebih tinggi, dan kondisi medis tertentu seperti hereditary multiple lipomatosis atau Madelung’s disease juga dapat meningkatkan kemungkinan munculnya lipoma. Selain itu, lipoma lebih sering ditemukan pada usia 40–60 tahun, sehingga faktor usia turut berperan.
Baca Juga: Teknologi Medis NGS Buka Harapan Baru bagi Pasien Kanker
Walaupun tidak ada cara pasti untuk mencegah lipoma, gaya hidup sehat dapat membantu menurunkan risiko pertumbuhan baru atau memperburuk kondisi yang sudah ada. Menjaga berat badan ideal penting karena obesitas dapat memperburuk metabolisme lemak dan memicu penumpukan jaringan abnormal.
Selain itu, aktivitas fisik rutin seperti jalan kaki, berenang, yoga, atau latihan kekuatan membantu menjaga metabolisme tetap seimbang dan mengurangi peradangan.
Pola makan juga berperan besar: konsumsi makanan anti-inflamasi seperti buah, sayuran hijau, ikan berlemak, kacang-kacangan, serta minyak zaitun, dan hindari makanan tinggi gula, gorengan, daging olahan, serta produk susu berlemak tinggi. Selain itu, membatasi konsumsi alkohol dapat mencegah kondisi seperti Madelung’s disease, sementara hidrasi cukup dan pengelolaan stres membantu tubuh tetap sehat dan menekan peradangan yang bisa memperburuk pertumbuhan jaringan abnormal.
Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa meski lipoma tergolong jinak, pemeriksaan dini tetap diperlukan untuk memastikan benjolan bukan tumor ganas. Jika dibiarkan, lipoma dapat mengganggu pergerakan atau menimbulkan komplikasi lain.
Raffi sendiri menekankan pesan kesehatan kepada masyarakat agar tidak meremehkan gejala aneh pada tubuh, seperti benjolan yang terus membesar atau berubah bentuk. Ia menekankan bahwa pemeriksaan rutin jauh lebih baik daripada menunggu masalah menjadi serius. Dengan disiplin menjaga kesehatan, termasuk melakukan pemeriksaan medis secara berkala, seseorang dapat mencegah komplikasi dan memastikan tubuh tetap prima.
