Mitos Kopi Jadi Penyebab Hipertensi, Apa Tanggapan Pakar Kesehatan?

Kopi hitam.(stocksnap)

ASIAWORLDVIEW – Kopi mengandung kafein yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Hal itu merupakan mitos atau kabar yang beredar di masyarakat.

Padahal,, kondisi tersebut hanya dialami sebagian orang, terutama pada individu yang sensitif terhadap kafein. Dalam jangka pendek, kafein dapat menyempitkan pembuluh darah dan merangsang pelepasan hormon yang meningkatkan tekanan darah. Tapi tidak menjadi pemicu hipertensi.

Baca Juga: Tips Terbaik Menikmati Kopi dengan Variasi Berbeda

dr. BRM Ario Soeryo kuncoro, Sp. JP(K), FIHA menjelaskan dampak kopi pada tekanan darah dapat bervariasi berdasarkan faktor individu seperti genetika, kesehatan secara keseluruhan, dan gaya hidup. Tapi tidak sebagai pemicu hipertensi.

Kopi hitam.(stocksnap)
Kopi hitam.(stocksnap)

Beberapa studi menunjukkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah moderat tidak berhubungan dengan peningkatan risiko hipertensi pada sebagian besar orang. Bahkan, ada penelitian yang menunjukkan bahwa peminum kopi rutin mungkin mengembangkan toleransi terhadap efek peningkatan tekanan darah dari kafein.

“Penting untuk diingat bahwa respons individu terhadap kafein bisa sangat bervariasi. Hal yang perlu diingat, kopinya harus black coffee tanpa tambahan gula atau bahan apapun” sebutnya di acara The 19th Scientific Meeting Indonesian Society of Hypertension (InaSH) 2025 dengan tema: “Masalah Hipertensi, tanggung jawab siapa?” dan subtema “Hipertensi Primordial, Tatalaksana hipertensi pada populasi khusus dan penatalaksanaan hipertensi pada periode peripartum 2025.”

Kadar konsumsi kopi yang aman untuk orang dewasa adalah 4 cangkir per hari, atau setara dengan 400 mg kafein. Sementara itu, ibu hamil dan menyusui sebaiknya membatasi asupan kafein tidak lebih dari 200 mg per hari, atau setara dengan 2 cangkir kopi.