Pemerintah Pastikan Indonesia Aman dari Krisis 1998

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

ASIAWORLDVIEW – Masyarakat khawatir krisis ekonomi seperti tahun 1998 kembali terjadi. Nilai tukar Rupiah anjlok hingga harga saham turun menjadi pemicunya. Apalagi dengan kondisi geopolitik yang memanas antara Amerika Serikat dibantu Israel dengan Iran.

Namun Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa Indonesia tidak sedang menuju krisis ekonomi, keuangan, dan moneter yang serupa dengan yang dialami pada tahun 1997-1998. Kondisi ekonomi Indonesia saat ini berbeda jauh dengan krisis 1998. Fondasi fiskal dan moneter lebih kuat, inflasi terkendali sekitar 2–3%, pertumbuhan ekonomi tetap positif di kisaran 5%, serta cadangan devisa jauh lebih besar dibanding era krisis.

“Kita tidak sedang menuju situasi seperti tahun 1997-1998. Kondisi fiskal kita baik, perekonomian baik, dan hanya ada sentimen negatif di sana-sini yang sedikit memengaruhi nilai tukar,” katanya.

Baca Juga: Menkeu Purbaya: Tidak Ada Intervensi IHSG di Tengah Jual Besar-Besaran

Menurutnya, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS harus ditangani melalui koordinasi yang lebih baik antara pemerintah, Kementerian Keuangan, dan Bank Indonesia.

Pada Kamis (4 Juni), nilai tukar rupiah melemah melampaui Rp18.000 per dolar AS untuk pertama kalinya. Pelemahan nilai tukar rupiah ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan beberapa pihak mengenai kemungkinan terulangnya krisis ekonomi Indonesia di masa lalu.

Namun, Sadewa menekankan bahwa sinkronisasi yang lebih kuat antara kebijakan fiskal dan moneter dapat membantu mendukung pemulihan rupiah.

Koordinasi kebijakan tersebut mencakup upaya untuk membuat instrumen keuangan domestik lebih menarik bagi investor asing dan mendorong arus masuk modal.

Pada saat yang sama, upaya tersebut harus diperkuat dengan menjaga likuiditas di pasar uang dan sektor perbankan melalui pengelolaan dana kas pemerintah yang disimpan di Bank Indonesia (BI), disertai dengan pembayaran remunerasi yang lebih tinggi oleh bank sentral kepada pemerintah.

Koordinasi tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi biaya produksi bagi perusahaan yang bergantung pada bahan baku impor.

“Kami akan memastikan hal ini terlaksana pada periode mendatang,” kata menteri keuangan.

“Kondisi fiskal kita baik, perekonomian baik, dan kepemimpinan Presiden cukup kuat untuk memastikan segala sesuatunya berjalan sesuai dengan strategi pembangunan Presiden,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *