Korea Selatan, Pasar Utama Ripple dan XRP

Ripple.

ASIAWORLDVIEW – Ripple menggunakan platform X untuk mengumumkan kepada komunitas kripto secara luas bahwa stablecoin RLUSD-nya kini telah diluncurkan di Coinone. Ini menandai pertama kalinya RLUSD terdaftar di bursa kripto Korea Selatan.

“Para trader Korea kini dapat mengakses stablecoin Ripple yang sepenuhnya didukung cadangan dan berstandar korporat secara langsung dalam KRW,” kata Ripple. Raksasa kripto tersebut menyebut ekspansi ini sebagai “jangkauan global” dan “akses lokal.”

Pasangan perdagangan RLUSD/KRW memudahkan pengguna Korea Selatan untuk membeli, menjual, dan menggunakan stablecoin tersebut tanpa bergantung pada perantara USD.

Baca Juga: CEO Ripple: Stablecoin Bisa Jadi `Momen ChatGPT` Kripto untuk Dunia Bisnis

Korea Selatan termasuk di antara pasar kripto paling aktif di dunia, dengan volume perdagangan tinggi serta partisipasi ritel dan institusional yang kuat. Volume perdagangan XRP juga lebih tinggi di bursa kripto Korea Selatan, Upbit dan Bithumb. Pada bulan Februari, volume harian XRP mencapai USD1,2 miliar di bursa-bursa teratas Korea Selatan, melampaui BTC dan ETH.

Stablecoin RLUSD memberikan opsi on-ramp dan off-ramp yang andal dalam KRW bagi para pedagang lokal, sehingga mendorong adopsi dan meningkatkan likuiditas. Hal ini juga membuka peluang bagi kasus penggunaan institusional potensial dalam pembayaran, pengiriman uang, dan DeFi di XRP Ledger.

Stablecoin ini telah terdaftar di bursa kripto besar termasuk Binance, Bybit, Kraken, Bitstamp, dan Bitget. Pencatatan di Coinone merupakan langkah signifikan dalam memperluas jangkauan RLUSD di pasar-pasar utama Asia yang diatur.

Ripple telah memperkuat hubungan di Korea Selatan melalui kemitraan seperti dengan BDACS. Seperti yang dilaporkan CoinGape sebelumnya, SBI Ripple Asia dan DSRV Labs sedang mempertimbangkan XRP Ledger untuk pengiriman uang dan pembayaran berbasis blockchain. Penelitian ini berfokus pada pasar Jepang dan Korea Selatan.