ASIAWORLDVIEW – Jakarta menargetkan untuk menjadi salah satu Top 50 Global Cities pada tahun 2030, sebuah ambisi besar yang mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat daya saing kota di tingkat internasional. Upaya ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan kebijakan berbasis data, inovasi teknologi, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Yayasan Georgetown Asia Pacific, yang menaungi Georgetown SFS Asia Pacific (GSAP) sebagai bagian dari Georgetown University di Amerika Serikat. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat riset kebijakan pembangunan yang mendukung agenda jangka panjang Jakarta, terutama dalam menghadapi tantangan urbanisasi, ketahanan ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat proses perumusan kebijakan pembangunan Jakarta yang lebih berbasis data dan penelitian, sehingga mampu menjawab tantangan perkotaan secara lebih efektif dan berkelanjutan,” ujar Atika Nur Rahmania, dikutip Asiaworldview, Selasa (10/3/2026).
Baca Juga: Jakarta Meriahkan Imlek dengan Pawai Budaya dan Festival Lampion
Lewat program ini, Jakarta berupaya memanfaatkan keahlian akademik dan jaringan internasional GSAP untuk memperkaya perspektif dalam perencanaan pembangunan. Fokus utama terletak pada pengembangan kebijakan berbasis data, riset multidisiplin, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang perencanaan kota.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menyediakan data yang relevan, memfasilitasi koordinasi dan perizinan, serta mendukung pelaksanaan riset. Sementara itu, GSAP akan melaksanakan kegiatan penelitian, menyusun laporan dan rekomendasi kebijakan, serta memberikan kontribusi keahlian di bidang akademik, guna mendukung penguatan penelitian di DKI Jakarta.
Kemitraan ini membuka ruang bagi pengembangan emban kebijakan berbasis riset melalui pendekatan ilmiah dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan,” jelas Yuhki Tajima.
Jakarta berusaha menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan inklusivitas sosial. Program pembangunan jangka panjang diarahkan untuk memperbaiki infrastruktur transportasi, memperluas ruang hijau, meningkatkan layanan publik, serta memperkuat ekosistem digital agar mampu menarik investasi global. Selain itu, kolaborasi dengan institusi internasional dan akademisi, seperti Georgetown Asia Pacific, menjadi bagian penting dalam memperkaya perspektif kebijakan dan memperkuat kapasitas sumber daya manusia.
Selain itu, kerja sama ini diharapkan dapat membuka peluang pertukaran pengetahuan antara akademisi, praktisi, dan pemerintah. Kemudian menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih adaptif terhadap dinamika global sekaligus relevan dengan kebutuhan lokal.
