ASIAWORLDVIEW – Di Qatif, Arab Saudi, warga merayakan pertengahan bulan Ramadan dengan tradisi unik yang dikenal sebagai Nasfa. Perayaan ini berlangsung pada malam ke-15 Ramadan dan menjadi momen kebersamaan yang meriah, terutama bagi anak-anak.
Mereka mengenakan pakaian tradisional berwarna cerah—anak perempuan memakai gaun berhias emas dan hiasan kepala, sementara anak laki-laki mengenakan thobe putih atau bersulam dengan kopiah atau ghutra.
Anak-anak kemudian berkeliling dari rumah ke rumah untuk menerima sweets dan kacang-kacangan dari para tetangga, mirip dengan tradisi Gargee’an di negara-negara Teluk lainnya.
“Perayaan ini bukan sekadar ritual sesaat; ini adalah kenangan kolektif, jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini,” kata Ismail Hejles, seorang peneliti arsitektur tradisional dari Qatif, mengutip Arab News.
Baca Juga: Tradisi Menu Buka Puasa di Kawasan Arab Utara, Perpaduan Tradisi dan Sejarah
“Ini mengajarkan bahwa agama tidak pernah dimaksudkan untuk menjadi kaku, dan bahwa kegembiraan dapat menjadi bagian dari ibadah ketika ia murni.”
Ia menyebut kebiasaan anak-anak berkeliling dari pintu ke pintu untuk menerima hadiah berkembang di lingkungan perkotaan yang erat, di mana ikatan komunitas yang kuat memungkinkan praktik ini berkembang. Dan Nasfa bukan hanya pembagian permen; ini adalah pembagian kegembiraan.
“Pada malam itu, rumah-rumah sama,” kata Hejles. “Orang kaya memberi, dan orang miskin memberi. Anak-anak tidak ditanya siapa mereka atau dari keluarga mana mereka berasal.”
Tradisi ini bukan hanya sekadar berbagi makanan manis, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan budaya di komunitas Qatif, menjadikan Ramadan lebih semarak dan penuh makna kebersamaan.
