IES 2026: Bappenas Ingatkan Risiko Jebakan Pendapatan Menengah

Indonesia Economic Forum 2026

ASIAWORLDVIEW – Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard, menekankan bahwa stabilitas ekonomi saja tidak cukup untuk menjamin pembangunan, tapi harus ada keberlanjutan. Ia menjelaskan bahwa banyak negara yang telah mencapai stabilitas, namun kemudian terjebak dalam kondisi pertumbuhan yang melambat.

Bahkan, produktivitas yang stagnan, dan aspirasi masyarakat yang sulit dipertahankan. Mnurutnya, fenomena yang dikenal sebagai jebakan pendapatan menengah.

Risiko ini nyata dan harus diantisipasi oleh Indonesia agar tidak mengalami hal serupa. Karena itu, visi Indonesia Emas 2045 menjadi sangat penting, bukan sekadar target tahun, melainkan sebuah janji untuk menjadikan Indonesia sebagai negara berpendapatan tinggi yang tahan banting, inklusif, dan kompetitif,” jelasnya dalam Indonesia Economic Summit (IEF), Selasa (3/2/2026).

Dengan menekankan transformasi struktural, jelasnya, peningkatan produktivitas, serta penguatan daya saing. Ia juga menegaskan bahwa Indonesia harus melampaui sekadar stabilitas menuju pembangunan yang berkelanjutan dan mampu memenuhi aspirasi generasi mendatang.

Baca Juga: IES 2026: Ketahanan Ekonomi Indonesia Diuji, Produktivitas Jadi Agenda Utama

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi pada dasarnya bersumber dari tiga komponen utama: modal, tenaga kerja, dan produktivitas. Selama bertahun-tahun, Indonesia mengandalkan model pembangunan yang berfokus pada penambahan input, yaitu dengan meningkatkan investasi, memperluas jumlah tenaga kerja, dan memperbanyak proyek pembangunan.

Strategi ini, sebutnya lagi, memang menghasilkan pertumbuhan yang nyata dan mendorong kemajuan ekonomi dalam periode tertentu. Namun, ia menegaskan bahwa batas dari pendekatan ini kini semakin jelas terlihat.

“Ketergantungan pada ekspansi input semata tidak lagi cukup untuk menjaga laju pertumbuhan yang berkelanjutan, karena kapasitas tenaga kerja dan modal memiliki keterbatasan. Tanpa peningkatan produktivitas yang signifikan, pertumbuhan akan melambat dan berisiko membuat Indonesia terjebak dalam stagnasi ekonomi,”pungkasnya.

Oleh karena itu, transformasi menuju ekonomi berbasis produktivitas, inovasi, dan efisiensi menjadi krusial agar Indonesia dapat melampaui jebakan pendapatan menengah dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.