Liburan Ala Gen Z dan Milenial: Tren Baru dalam Mencari Pengalaman

Turis lokal dan asing memadati kawasan wisata di Ubud, Bali.(authentic-indonesia)

ASIAWORLDVIEW – Generasi milenial dan Gen Z memiliki cara berbeda dalam menikmati liburan, dipengaruhi oleh gaya hidup serta perkembangan teknologi di masa mereka. Milenial cenderung melihat liburan sebagai kesempatan untuk healing dan mencari pengalaman autentik, seperti berkunjung ke destinasi budaya, kuliner lokal, atau wisata alam yang memberi ketenangan. Mereka lebih suka perjalanan yang terencana dengan baik, memanfaatkan paket wisata atau itinerary yang rapi, serta sering membagikan momen liburan di media sosial sebagai kenangan.

Sementara itu, Gen Z lebih menekankan pada spontanitas dan eksplorasi, dengan fokus pada pengalaman unik yang bisa diabadikan secara kreatif di platform digital seperti TikTok atau Instagram Reels. Liburan bagi Gen Z bukan hanya tentang destinasi, tetapi juga tentang content creation dan interaksi sosial online. Mereka lebih terbuka pada konsep budget traveling, staycation, atau perjalanan singkat yang fleksibel, sehingga liburan menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari, bukan sekadar acara tahunan.

Data terbaru Airbnb menunjukkan perbedaan pola perjalanan antara Gen Z a Milenial, mulai dari pilihan destinasi hingga cara mereka menikmati perjalanan. Namun, semua memiliki satu keinginan yang sama: menciptakan kenangan yang bermakna.

Baca Juga: Airbnb Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal dan Desa Wisata di Indonesia

Di berbagai kelompok usia, Jepang tetap menjadi salah satu destinasi internasional yang paling banyak dicari, mencerminkan ketertarikan bersama terhadap budaya, kuliner, dan desain. Tamu asal Indonesia juga cenderung menginap lebih lama, dengan durasi perjalanan yang umumnya sekitar empat hari, lebih panjang dibandingkan rata-rata dua-tiga hari di banyak negara Asia lainnya. Hal ini menunjukkan meningkatnya preferensi terhadap pengalaman perjalanan yang lebih imersif dan terhubung.

Para wisatawan muda Indonesia kini mendefinisikan ulang cara menemukan destinasi wisata. Mereka semakin mengandalkan media sosial, rekomendasi teman, dan ulasan online sebagai sumber inspirasi. Pencarian akomodasi Airbnb oleh Gen Z meningkat lebih dari 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan tingginya minat terhadap perjalanan yang autentik dan kaya akan budaya.

Destinasi yang paling banyak dicari oleh Gen Z adalah Magelang dan Jawa Timur untuk perjalanan domestik, Dubai (Uni Emirat Arab), dan Sa Pa (Vietnam) untuk perjalanan internasional.

Sementara, bagi generasi Milenial, liburan berarti menghabskan momen bersama keluarga.Semakin banyak Milenial memasuki fase kehidupan yang melibatkan karier, pernikahan, dan keluarga, liburan menjadi cara berharga untuk terhubung kembali dan menciptakan kenangan keluarga yang berkesan.

Tokyo, Osaka, Roma, Florence, dan Bangkok menjadi destinasi yang paling banyak dicari oleh generasi Milenial, mencerminkan preferensi mereka terhadap perjalanan yang menawarkan perpaduan budaya, kenyamanan, dan pengalaman ramah keluarga. Rencana perjalanan mereka dirancang untuk menghadirkan pengalaman bersama, memastikan setiap anggota keluarga dapat berpartisipasi dan menciptakan kenangan yang berkesan bersama.