ASIAWORLDVIEW – Airbnb telah menjadi kekuatan baru dalam lanskap pariwisata Indonesia, dengan kontribusi ekonomi yang sangat signifikan. Menurut laporan Oxford Economics yang dirilis pada Mei 2025, aktivitas Airbnb sepanjang tahun 2024 menyumbang lebih dari Rp35 triliun ke perekonomian nasional, setara dengan 3,1% dari PDB sektor perjalanan dan pariwisata. Dampak ini tidak hanya terlihat dalam angka makro, tetapi juga terasa langsung di masyarakat, dengan lebih dari 200.000 lapangan kerja tercipta dan Rp7,8 triliun mengalir dalam bentuk upah ke berbagai sektor pendukung seperti transportasi, kuliner, dan jasa kebersihan.
Menurut laporan Oxford Economics berjudul “Dampak Ekonomi Airbnb di Indonesia” yang dirilis pada Mei 2025, aktivitas Airbnb memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia sepanjang tahun 2024. Selain itu, memperluas dampak pariwisata ke wilayah non-urban, seperti desa wisata, yang kini ikut menikmati manfaat ekonomi langsung dari kunjungan wisatawan
“Airbnb mendorong revolusi pariwisata Indonesia, dengan memperluas akses ke peluang pariwisata secara lebih luas. Dengan menyediakan penginapan unik di lokasi-lokasi yang jarang dikunjungi, platform ini menginspirasi wisatawan untuk berjelajah ke luar destinasi wisata populer,” sebut James Lambert, Direktur Konsultasi Ekonomi Asia untuk Oxford Economics, dikutip Asiaworldview.com, Selasa (12/8/2025).
Baca Juga: Airbnb Gandeng FIFA, Fasilitasi Suporter Hadapi Turnamen Besar
Selain memperkuat ekonomi kota besar, Airbnb juga membawa napas baru bagi desa-desa wisata, seperti yang dialami oleh tuan rumah di Bangli, Bali Timur. Kawasan ini membangun penginapan berbasis tradisi dan bahan daur ulang sebagai bentuk pelestarian budaya dan komunitas.
“Dengan cara ini, Airbnb telah membantu menyalurkan pengeluaran pariwisata ke komunitas lokal, mendukung usaha kecil, menopang mata pencaharian, dan mendorong nilai ekonomi di berbagai industri,” ia menambahkan.
Kontribusi ini mencakup dampak langsung dari pengeluaran tamu, dampak tidak langsung dari aktivitas bisnis pendukung. Menariknya, 65% tamu Airbnb di Indonesia adalah wisatawan internasional, yang rata-rata menghabiskan Rp2 juta per hari di luar biaya akomodasi. Selain memperkuat ekonomi kota besar, Airbnb juga memperluas dampak pariwisata ke wilayah non-urban, seperti desa wisata, yang kini ikut menikmati manfaat ekonomi langsung dari kunjungan wisatawan.
