Diskon Meriah, Tren Konsumsi Warga Surabaya di Akhir Tahun Meningkat

Walikota Surabaya Eri Cahyadi.

ASIAWORLDVIEW – Tren konsumsi warga Surabaya saat akhir tahun cenderung meningkat pada akhir tahun. Kondisi ini dipicu oleh libur Natal dan Tahun Baru serta berbagai promo belanja di pusat perbelanjaan.

Walikota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan dalam konferensi pers Indonesia Great Sale 2025, konsumsi masyarakat Surabaya biasanya naik karena adanya kebutuhan tambahan untuk Natal dan liburan keluarga, dan aktivitas sosial. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya, rata-rata pengeluaran konsumsi per kapita masyarakat Surabaya mencapai sekitar Rp17 hingga 18 juta per tahun. Angka ini menempatkan Surabaya sebagai salah satu kota dengan tingkat konsumsi rumah tangga tertinggi di Jawa Timur.

“Melihat tingginya konsumsi warga, Surabaya ikut serta dalam Indonesia Great Sale 2025. Kota ini merupakan salah satu pusat perdagangan dan ritel terbesar di Indonesia, dengan potensi konsumsi masyarakat yang tinggi menjelang libur akhir tahun,” sebutnya yang dipantau Asiaworldview.

“Kalau di sini, kami menyebutnya sebagai Surabaya Holiday Super Sale. Kami juga menghadirkan berbagai promo dan diskon menarik di pusat perbelanjaan serta ritel modern, sehingga masyarakat Surabaya dapat menikmati suasana belanja akhir tahun yang lebih meriah,” ia menambahkan.

Baca Juga: Ketua HIPPINDO: Indonesia Great Sale 2025 Perkuat Ritel dan Pariwisata Nasional

Partisipasi Surabaya diharapkan dapat memperluas jangkauan program belanja nasional, sehingga tidak hanya terfokus di Jakarta tetapi juga merata ke kota-kota lain. Dengan menghadirkan berbagai promo dan diskon di pusat perbelanjaan serta ritel modern, Surabaya mampu menarik minat belanja masyarakat lokal sekaligus mendukung produk dalam negeri.

“Pusat perbelanjaan dan ritel modern di Surabaya ikut menggelar diskon besar-besaran menjelang akhir tahun, sehingga mendorong konsumsi barang non-makanan seperti pakaian, elektronik, dan produk gaya hidup. Kombinasi antara meningkatnya kebutuhan liburan, potongan harga, dan daya beli masyarakat menjadikan akhir tahun sebagai periode dengan aktivitas konsumsi yang paling tinggi di kota ini,” ia menambahkan.

Tingginya angka konsumsi ini mencerminkan peran Surabaya sebagai pusat ekonomi dan perdagangan di Jawa Timur, sekaligus menjadi indikator penting dalam mendukung pertumbuhan sektor ritel, pariwisata, dan UMKM. Dengan konsumsi masyarakat yang relatif besar, Surabaya menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah, terutama pada periode akhir tahun ketika aktivitas belanja meningkat pesat.