ASIAWORLDVIEW – Apple memangkas produksi iPhone Air secara signifikan hanya beberapa minggu setelah peluncurannya. Hal ini menyusul permintaan pasar yang lebih lemah dari perkiraan.
Eksperimen Apple dengan iPhone Air—model iPhone tertipis yang pernah dirilis dengan ketebalan hanya 5,6 mm—mengalami hambatan serius di pasar global.Menurut laporan terbaru dari Nikkei Asia, Apple telah meminta pemasok untuk secara signifikan mengurangi produksi iPhone Air, menurunkan pangsa produksinya dari sekitar 15% dari total produksi iPhone menjadi di bawah 10%.
Sumber yang dekat dengan masalah ini menyarankan bahwa produksi November dapat menyusut menjadi kurang dari sepersepuluh dari angka September — tanda bahwa model ini mungkin akan menghilang secara diam-diam dari rak sebelum akhir tahun.
Baca Juga: Apple Tunda iPhone Lipat: Produksi Massal Baru Dimulai 2026
Meski awalnya digadang-gadang sebagai terobosan desain, laporan terbaru menunjukkan bahwa Apple telah memangkas produksi iPhone Air hingga satu juta unit karena penjualan yang lesu dan stok yang tetap tersedia di banyak wilayah. Permintaan yang rendah ini menunjukkan bahwa konsumen masih lebih memilih model Pro yang menawarkan fitur lebih lengkap, sementara strategi Apple untuk memperluas lini produk dengan model ultra-tipis belum berhasil menarik minat pasar secara luas.
Penyesuaian produksi ini juga mencerminkan tantangan Apple dalam menemukan formula yang tepat untuk segmen tambahan di portofolio iPhone mereka— sebuah kegagalan langka bagi lini smartphone yang paling ketat dikelola di dunia.
Penurunan ini kontras dengan sisa jajaran iPhone 17, yang terus menunjukkan kinerja kuat. Meskipun diluncurkan lebih lambat di China karena penundaan persetujuan eSIM, antusiasme awal iPhone Air tidak terwujud di pasar internasional.
Dibanderol seharga USD999, model ini hanya USD100 lebih murah dari Pro tetapi menawarkan baterai yang lebih kecil — unit 3.149mAh — yang banyak pengguna anggap sebagai faktor penentu dalam persaingan baterai seharian di tahun 2025.
