Literasi Media dan Keuangan Jadi Fokus Utama Maybank Journalist Fellowship 2026

Kelas Jurnalis dari Maybank

ASIAWORLDVIEW – PT Bank Maybank Indonesia Tbk bersama Indonesian Institute for Journalism (IIJ) menyelenggarakan acara kelulusan Maybank Journalist Fellowship (MJF) 2026. Kegiatan ini dihelat sebagai penutup rangkaian program pengembangan kapasitas jurnalis yang telah berlangsung hampir empat bulan, mengusung tema “Strengthening Media Literacy for Responsible Finance” dan diikuti oleh 24 jurnalis dari berbagai media.

Program ini merupakan bagian dari komitmen Maybank Indonesia untuk mendukung penguatan kualitas jurnalisme melalui peningkatan pengetahuan, perluasan perspektif, serta pemahaman yang lebih mendalam mengenai industri perbankan dan keuangan—sebuah investasi yang strategis mengingat media memainkan peran kunci dalam membentuk persepsi publik terhadap sektor keuangan.

Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, menyampaikan bahwa media memiliki peran penting dalam menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab kepada masyarakat, terutama di tengah perkembangan industri keuangan yang semakin dinamis.

“Maybank Journalist Fellowship bukan sekadar program pengembangan kapasitas jurnalis, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun dialog dan memperkuat hubungan yang terbuka serta konstruktif antara pelaku perbankan dan media. Kami berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh para peserta selama mengikuti program ini dapat memberikan nilai tambah dalam menjalankan profesi jurnalistik,” ujar Steffano, dikutip Asia World View, Jumat (6/11/2026).

Baca Juga: Potret Inklusi dan Fenomena Kesenjangan Akses Perbankan di Jantung Jakarta

“Kami mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan rangkaian MJF 2026, serta menyampaikan apresiasi atas semangat dan komitmen mereka selama mengikuti program ini. Semoga pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal berharga dalam menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutup Steffano.

Bagi industri keuangan, inisiatif semacam ini memiliki nilai strategis jangka panjang: literasi media yang kuat di kalangan jurnalis akan mengurangi risiko disinformasi yang dapat mengguncang kepercayaan publik terhadap perbankan, sekaligus mendorong terciptanya ekosistem informasi keuangan yang lebih sehat—di mana bank, media, dan masyarakat saling terhubung dalam dialog yang konstruktif dan berbasis fakta.

Rangkaian MJF 2026 mencakup delapan sesi pembelajaran yang diselenggarakan pada Mei hingga Juni 2026. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan diskusi dan pendampingan (mentoring).

Mereka juga diminta melakukan penyusunan karya jurnalistik. Hal itu dilakukan melalui berbagai kegiatan tersebut, para peserta memperoleh kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai perkembangan industri perbankan, kebijakan sektor keuangan, serta isu-isu yang berkaitan dengan aktivitas dan kebutuhan masyarakat.

Direktur Eksekutif Indonesian Institute of Journalism (IIJ), M. Umar Idris, menyampaikan bahwa MJF 2026 menjadi ruang pembelajaran yang relevan bagi jurnalis untuk meningkatkan kapasitas dan memperluas wawasan mengenai bisnis dan industri perbankan di tengah dinamika ekonomi.

Dalam menjalankan profesinya, jurnalis kerap mendapat penugasan pada bidang tertentu yang mungkin belum banyak terekspos. Melalui kolaborasi dengan Maybank Indonesia, program ini dapat mengakselerasi pemahaman para jurnalis terhadap industri perbankan yang memiliki tantangan tersendiri, sehingga mereka mampu menyajikan pemberitaan yang akurat, berimbang, dan mudah dipahami, sekaligus mengedukasi masyarakat,” ujar Umar

Maybank Indonesia turut menyampaikan apresiasi kepada IIJ dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan MJF 2026, dan berharap program ini dapat memberikan bekal pengetahuan dan pengalaman yang bermanfaat bagi para peserta dalam menjalankan profesi jurnalistik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *