ASIAWORLDVIEW – Ada semangat yang ingin dihadirkan ShopeePay dan SPayLater lewat sebuah panggung kreatif bernama “Corak Cerita Nusantara”. Ini merupakan sebuah kompetisi desain batik yang hadir bukan hanya untuk memamerkan estetika dan kemampuan para desainer, tetapi juga sebagai pernyataan, batik adalah warisan budaya yang layak terus hidup.
Acara ini juga menegaskan di balik setiap motif yang lahir, ada perajin, desainer, serta pelaku UMKM lokal yang perlu diberi ruang untuk tumbuh. Batik selalu punya cara untuk bercerita.
Eka Nilam Dari, Presiden Director ShopeePay Indonesia, mengatakan dalam media gathering, Rabu (4/11/2026), di tangan para perajin, sehelai kain bisa menjadi kanvas bagi sejarah, identitas, dan cinta pada tanah air. Semangat itulah yang coba dihadirkan ShopeePay melalui program “Corak Cerita Nusantara”
“Kegiatan ini menjadi sebuah kompetisi desain batik yang bukan sekadar ajang unjuk kreativitas, tetapi juga wujud dukungan nyata terhadap pelestarian warisan budaya Indonesia sekaligus pemberdayaan UMKM,” ia mengatakan.
Baca Juga: Batik sebagai Warisan Budaya Hidup, Fokus Pameran di Museum Tekstil Jakarta
Kompetisi ini membuka ruang bagi masyarakat untuk mengeksplorasi kekayaan budaya Nusantara dan menerjemahkannya ke dalam karya batik yang inovatif, relevan, serta memiliki nilai ekonomi. Batik, bukanlah benda yang beku di museum — ia adalah bahasa hidup yang terus berevolusi, dan generasi muda diajak untuk ikut menuliskan babak barunya.
Melalui kompetisi tersebut, ShopeePay dan SpayLater mendorong lahirnya talenta-talenta kreatif baru yang mampu mengangkat identitas budaya Indonesia ke tingkat yang lebih luas, sekaligus menciptakan peluang usaha bagi para perajin, desainer, dan pelaku UMKM.
“Setiap motif yang lahir dari Corak Cerita Nusantara bukan hanya soal estetika, melainkan juga tentang bagaimana sebuah karya dapat menghidupi orang-orang di belakangnya dari tangan-tangan yang membatik hingga pelaku usaha yang membawanya ke pasar yang lebih besar,” ia menambahkan.
Batik tidak lagi diposisikan sebagai kain upacara yang tersimpan rapi di lemari, melainkan sebagai material hidup yang bisa diterjemahkan ke dalam siluet, potongan, dan gaya kontemporer. Melalui kompetisi ini, ShopeePay dan SPatLater, tambahnya, membuka ruang bagi para desainer dan pelaku seni untuk mengeksplorasi kekayaan Nusantara. Kemudian mengubahnya menjadi karya yang bukan hanya indah dipandang, tetapi juga mampu berbicara kepada generasi muda — generasi yang menuntut autentisitas, keberlanjutan, dan cerita di balik setiap helai yang mereka kenakan.
“Corak Cerita Nusantara adalah undangan untuk melihat batik dengan cara baru, sebagai warisan yang dirawat, sebagai kanvas bagi kreativitas, dan sebagai masa depan yang dirajut sehelai demi sehelai, dengan cerita yang terus bertumbuh,” pungkasnya.
