Maulana Wiga Wakili Pemimpin Muda Indonesia dalam BRICS Youth Exchange Program 2026 

ASIAWORLDVIEW – Maulana Wiga, CEO Bepahkupi sekaligus Ketua Starfindo terpilih dalam program BRICS Youth Exchange Program for Scientific and Technological Innovation (BRICS Young Science and Innovation Ambassadors Exchange Program). Ini menjadi sinyal positif bagi semakin besarnya pengakuan internasional terhadap kapasitas inovator muda Indonesia di panggung global.

Program yang akan berlangsung di Xiamen, China, pada 12–20 November 2026 tersebut merupakan forum strategis yang mempertemukan talenta-talenta muda dari negara-negara BRICS. Kegiatan ini juga digelar untuk membangun kolaborasi di bidang sains, teknologi, inovasi, hingga komersialisasi hasil riset.

“BRICS Young Science and Innovation Ambassadors Exchange Program digerakkan oleh pengetahuan dan teknologi. Kehadiran perwakilan Indonesia di forum ini bukan hanya soal prestise, tetapi tentang posisi tawar bangsa dalam rantai nilai inovasi internasional,” sebut Maulana Wiga, dalam keterangannya, Jumat (23/10/2026).

Baca Juga: Maulana Wiga Wakili Indonesia Berkunjung ke Shenzhen, Mengulik Kecanggihan Tuan Rumah APEC 2026

Partisipasi ini tidak hanya menjadi pencapaian personal, tetapi juga membuka peluang bagi Indonesia untuk memperluas jejaring kerja sama lintas negara dalam pengembangan teknologi dan ekonomi berbasis inovasi. Melalui agenda yang mencakup sesi bersama para pakar, kunjungan ke platform inovasi dan perusahaan teknologi dan presentasi proyek.

“Hal penting lainnya, di sini juga terdapat kegiatan networking dan business matchmaking, peserta akan memperoleh akses langsung terhadap ekosistem inovasi yang berkembang pesat di China,” ia menambahkan.

Bagi pelaku usaha dan organisasi yang dipimpin Maulana Wiga, keterlibatan dalam program ini berpotensi menciptakan peluang kerja sama baru, baik dalam transfer teknologi, pengembangan produk, investasi, maupun perluasan akses pasar internasional.

Panitia juga secara khusus meminta peserta untuk menyampaikan proyek, teknologi, sumber daya institusi, atau kebutuhan kolaborasi yang ingin dikembangkan selama berada di Xiamen. Langkah ini menunjukkan bahwa program tidak sekadar menjadi ajang pertukaran pengetahuan, tetapi diarahkan untuk menghasilkan kerja sama konkret yang dapat mendorong hilirisasi inovasi dan pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi.

Keikutsertaan perwakilan Indonesia dalam forum seperti ini menjadi aset penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai inovasi internasional sekaligus memperluas peluang kemitraan strategis dengan pelaku industri dan lembaga riset dari negara-negara BRICS. Bagi Indonesia, ini menjadi platform ekonomi yang menawarkan akses ke pasar-pasar besar dan sumber daya teknologi yang dapat mempercepat transformasi industri domestik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *