IHSG Melemah Tipis di Tengah Tekanan Jual Asing

Ilustrasi pergerakan harga saham.

ASIAWORLDVIEW – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (25/9/2026), bergerak fluktuatif. Setelah sempat dibuka menguat di level 6.315, indeks turun ke 6.282 sekitar pukul 10.56 WIB. Namun, penguatan awal tidak bertahan lama, mencatat pelemahan 0,26%.

Pergerakan ini menunjukkan pasar masih berada dalam fase konsolidasi dengan tekanan jual asing dan sentimen global yang beragam. Sepanjang sesi pagi indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.328 sebelum terkoreksi ke titik terendah.

Aktivitas perdagangan mencatat volume 2,48 miliar saham dengan nilai transaksi Rp818,7 miliar. Kondisi ini menandakan pasar bergerak cukup aktif meski arah indeks cenderung melemah.

Tekanan jual asing masih menjadi faktor utama, melanjutkan tren net sell Rp1,42 triliun pada perdagangan sebelumnya. Dari sisi sektoral, teknologi memimpin penguatan dengan kenaikan 1,25%, diikuti sektor barang konsumen non-primer, energi, dan kesehatan.

Baca Juga: IPOT X Bukti Adopsi AI di Industri Sekuritas, Ubah Cara Investor Memahami Pasar

Sebaliknya, sektor infrastruktur melemah tipis (-0,05%), menunjukkan adanya rotasi sektor di tengah ketidakpastian global. Sentimen eksternal juga berpengaruh: bursa Asia bergerak variatif dengan Nikkei Jepang naik 1,23%, sementara Hang Seng Hong Kong turun 1,69% dan Shanghai Composite melemah 1,22%.

Analis menilai IHSG masih berada dalam fase konsolidasi. MNC Sekuritas memperkirakan indeks akan menguji area support di 6.208–6.258 dengan resistance di 6.387–6.418. Sementara BNI Sekuritas menempatkan support di 6.220–6.280 dan resistance di 6.300–6.330, dengan catatan IHSG berpotensi lanjut koreksi jika gagal bertahan di atas 6.300.

Saham pilihan hari ini antara lain CUAN, EMAS, INDY, VKTR (MNC Sekuritas) serta PTRO, ULTJ, BULL, MDKA, MAPA, ERAA (BNI Sekuritas). Secara keseluruhan, pergerakan IHSG hari ini mencerminkan kombinasi antara tekanan jual asing, rotasi sektor, dan pengaruh pasar regional, sehingga investor perlu mencermati area support-resistance sebagai acuan strategi jangka pendek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *