Kemeja Putih Berbicara: Ketika Desainer Indonesia Mengubah Estetika Menjadi Donasi untuk NTT

ASIAWORLDVIEW – Sebuah kemeja putih mungkin terdengar sederhana—terlalu biasa untuk disebut sebagai karya yang istimewa. Namun di tangan 22 desainer Indonesian Fashion Designers Council (IFDC), kemeja putih itu berubah menjadi kanvas ekspresi yang jauh melampaui nilai estetika.

Melalui DRAFT IFDC Pop-Up Store Installation yang berlangsung pada 2–30 September 2026 di Lower Ground, Senayan City, kemeja putih ditafsirkan ulang dengan pendekatan yang berbeda-beda. Ada yang mengeksplorasi siluet, ada yang bermain di konstruksi, bahkan menyisipkan karakter personal masing-masing desainer.

Ketua Dewan Pengurus IFDC/IPMI, Sjamsidar Isa, menyampaikan bahwa ini adalah kali pertama desainer Indonesia melakukan donasi untuk korban bencana di Nusa Tenggara Timur melalui karya fashion. Kegiatan ini menjadi fast response dari masyarakat terkaait bencana.

“Ternyata mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat, apalagi pegiat fashion. Desainer ternama Indonesia dengan merek fashion terkenal membuat kemeja putih dengan harga yang affordable,” ujarnya dalam sesi media ekslusif.

Baca Juga: DNA JFW 2027, Lahirkan Talenta Fashion Masa Depan

Material kemeja dalam program tersebut mendapat dukungan dari Cotton USA. Kemudian diinterpretasikan secara kreatif oleh para desainer IFDC. Dari satu bentuk yang sederhana dan universal, lahirlah karya-karya yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga membawa misi yang lebih besar.

“Fashion tidak harus selalu identik dengan kemewahan yang sulit dijangkau. Dengan harga yang terjangkau, publik bisa memiliki karya desainer ternama sekaligus menjadi bagian dari gerakan sosial yang lebih luas,” ia menambahkan.

Langkah ini terbilang segar. Alih-alih menjual eksklusivitas, para desainer memilih membuka akses dan mengubah transaksi menjadi kontribusi.

Setelah rangkaian pop-up store berakhir, hasil penjualan dari karya-karya yang ditampilkan disalurkan sebagai dana donasi untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui YCAB Foundation. Penyerahan dana donasi secara simbolis dilaksanakan pada Selasa, 20 Oktober 2026 di MeraDelima, Jakarta, sebagai bentuk komitmen IFDC untuk meneruskan manfaat dari program fashion tersebut kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Ketika karya tidak berhenti di rak display atau foto editorial, tetapi melanjutkan perjalanannya menjadi sesuatu yang nyata manfaatnya,” sebut Veronica colondam, Founder & CEO YCAB Foundation.

Cotton USA mendukung material yang digunakan, Senayan City menjadi ruang bagi karya para desainer untuk bertemu dengan publik, sementara YCAB Foundation menjadi mitra dalam penyaluran bantuan. Kolaborasi ini memperlihatkan bagaimana ekosistem fashion—dari penyedia material, ritel, desainer, hingga lembaga sosial—dapat mengambil peran dalam isu sosial yang lebih luas.

Bagi para pegiat fashion, program ini menawarkan sesuatu yang jarang: kesempatan untuk memiliki karya desainer ternama dengan harga yang ramah, sekaligus menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan. Kemeja putih yang biasanya hadir sebagai item basic dalam lemari, kini memiliki cerita yang melekat padanya. Ia bukan lagi sekadar pakaian, melainkan simbol solidaritas yang dirancang dengan penuh kesadaran.

One thought on “Kemeja Putih Berbicara: Ketika Desainer Indonesia Mengubah Estetika Menjadi Donasi untuk NTT”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *