ASIAWORLDVIEW – Sebagai orang tua, kita semua tentu menginginkan yang terbaik untuk buah hati tercinta. Mulai dari asupan nutrisi, mainan edukatif, hingga hal-hal kecil seperti pemilihan popok. Namun, di tengah kepraktisan hidup modern, sering kali kita lupa bahwa setiap pilihan yang kita ambil memiliki dampak yang lebih luas, tidak hanya bagi keluarga kecil kita, tetapi juga bagi lingkungan tempat si kecil akan tumbuh besar nanti.
Celia Siura, Founder dan CEO Bumbi, menjelaskan dalam sesi media interview CoCreate Pitch 2026, Selasa (13/10/2026), popok sekali pakai, meskipun menawarkan kemudahan luar biasa, menyimpan masalah besar yang sering luput dari perhatian. Bayangkan, setiap hari, jutaan popok bekas dibuang ke tempat sampah, dan tidak semuanya berakhir di tempat pembuangan akhir yang layak.
“Banyak di antaranya yang dibuang sembarangan ke saluran air, sungai, atau bahkan ke laut. Limbah popok ini bukan hanya sekadar sampah visual yang mengganggu, tetapi juga mengandung bahan kimia dan plastik yang sangat sulit terurai, membutuhkan waktu ratusan tahun untuk bisa kembali menyatu dengan bumi,” ia mengatakan.
Baca Juga: Curhat Joshua Saat Menjadi Ayah, Pelajaran Hidup yang Menggetarkan Hati
Akibatnya, sungai-sungai kita tercemar, kualitas air menurun drastis, dan ekosistem di dalamnya pun terganggu. Ikan-ikan mati, air menjadi keruh dan berbau, dan pada akhirnya, kita sendiri yang merasakan dampaknya, terutama anak-anak kita yang sedang dalam masa pertumbuhan.
“Dari keprihatinan mendalam akan kondisi inilah, Popok Bumbi lahir. Bumbi bukan sekadar produk, melainkan sebuah gerakan yang berangkat dari rasa cinta dan tanggung jawab sebagai orang tua. Kami percaya bahwa menjadi orang tua yang baik tidak hanya soal memenuhi kebutuhan si kecil saat ini, tetapi juga memastikan bahwa dunia yang kita tinggalkan untuk mereka tetap layak huni,” ia menambahkan.
Dengan menggunakan popok yang dapat digunakan ulang atau produk yang mampu mengurangi volume sampah popok sekali pakai, kita tidak hanya menghemat pengeluaran jangka panjang, tetapi juga secara aktif mengurangi jejak karbon keluarga kita. Ini adalah pilihan cerdas yang memadukan kepraktisan, kenyamanan, dan kepedulian.
“Bumbi hadir sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan, sebuah solusi yang memungkinkan kita untuk tetap memberikan yang terbaik bagi bayi kita, tanpa harus mengorbankan kelestarian alam,” jelasnya.
Lebih dari sekadar produk, Bumbi ingin mengajak para orang tua untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan melalui pilihan produk yang lebih berkelanjutan. Setiap kali memilih popok yang ramah lingkungan, sedang memberikan contoh nyata kepada anak-anak kita tentang bagaimana hidup bertanggung jawab.
“Kita sedang mengajarkan mereka bahwa setiap tindakan kecil, seperti memilih popok, memiliki konsekuensi besar bagi bumi. Ini adalah warisan berharga yang bisa kita tanamkan sejak dini. Mari kita jadikan momen mengganti popok bukan hanya sebagai rutinitas, tetapi juga sebagai kesempatan untuk berkontribusi pada lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” pungkasnya.
