ASIAWORLDVIEW – Aksesoris yang paling laku di The Jakarta International Handicraft Trade Fair atau INACRAFT 2026 adalah produk handmade dengan sentuhan etnik modern. Apalagi perhiasan dari batu alam, logam daur ulang, tas rajutan, serta gelang kulit anyam.
Tren ini mencerminkan minat pengunjung terhadap karya unik, eksklusif, dan berkelanjutan yang tidak bisa ditemukan di pasar massal. Dalam lanskap gaya hidup kontemporer, aksesoris bukan lagi sekadar pelengkap penampilan, melainkan pernyataan identitas dan nilai. Pengunjung INACRAFT 2026 tidak hanya mencari produk yang indah secara visual, tetapi juga yang memiliki cerita, jejak keberlanjutan, dan sentuhan personal yang sulit ditiru oleh produksi pabrik.
Pantauan Asia World View, Minggu (11/10/2026), kalung batu alam menjadi incaran utama karena tampil sebagai statement piece yang elegan sekaligus natural. Batu-batu alam dengan warna dan tekstur unik memberikan kesan organik yang tidak dapat direplikasi oleh material sintetis, menjadikannya pilihan favorit bagi mereka yang ingin tampil menonjol tanpa harus berlebihan. Anting logam daur ulang populer di kalangan pengunjung muda yang peduli lingkungan, sekaligus ingin tampil beda.
Baca Juga: Wana-warni Wastra Nusantara di INACRAFT 2026: Tradisi Tekstil Bertemu Gaya Hidup Kontemporer
Kombinasi antara kesadaran ekologis dan estetika menjadikan anting-anting ini simbol gaya hidup yang bertanggung jawab, di mana keindahan tidak harus mengorbankan planet. Tas rajutan tangan diminati karena multifungsi, ringan, dan memiliki nilai estetika tinggi. Dalam kehidupan urban yang dinamis, tas rajutan menawarkan solusi praktis untuk membawa barang sehari-hari tanpa mengorbankan gaya, sekaligus memberikan sentuhan hangat dan personal pada penampilan.
Gelang kulit anyam menarik bagi komunitas urban yang mencari gaya kasual namun tetap autentik. Proses anyaman tangan menciptakan tekstur yang kaya dan detail yang tidak dapat dihasilkan oleh mesin, menjadikan setiap gelang unik dan personal. Sementara itu, perhiasan filigri tradisional tetap menjadi favorit karena detail pengerjaan halus dan nilai budaya yang melekat. Filigri, teknik kerajinan logam halus yang telah diwariskan selama generasi, menghadirkan keindahan yang memadukan presisi teknis dengan ekspresi artistik, menjadikannya pilihan bagi mereka yang menghargai warisan budaya dan keahlian tangan.
Faktor yang Membuat Laris: Eksklusivitas, Cerita, dan Keberlanjutan

Ada beberapa faktor yang membuat aksesoris handmade di INACRAFT 2026 begitu laris. Pertama, eksklusivitas. Setiap produk dibuat manual, sehingga tidak ada dua item yang benar-benar identik. Konsumen merasa memiliki sesuatu yang tidak dimiliki orang lain, sebuah pernyataan gaya yang personal dan autentik.
Selain itu, cerita budaya. Aksesoris membawa narasi tentang asal-usul daerah, teknik tradisional, dan identitas perajin. Ketika seseorang mengenakan kalung batu alam dari daerah tertentu atau gelang kulit anyam dengan teknik warisan. Tidak hanya mengenakan aksesoris, tapi membawa serta cerita tentang tempat, orang, dan tradisi yang menghasilkannya.
Tren fashion berkelanjutan tengah digemari generasi muda. Mereka semakin menghindari produk massal dan memilih karya lokal yang ramah lingkungan. Kesadaran akan dampak lingkungan dari industri fesyen telah mendorong pergeseran menuju konsumsi yang lebih etis.
Aksesoris handmade dari logam daur ulang atau bahan alami menawarkan alternatif yang tidak hanya indah, tetapi juga sejalan dengan nilai-nilai keberlanjutan. Harga variatif. Dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah, aksesoris di INACRAFT 2026 memungkinkan berbagai segmen pengunjung untuk membeli. Fleksibilitas harga ini memperluas aksesibilitas, memungkinkan lebih banyak orang untuk berpartisipasi dalam gerakan mendukung karya lokal, tanpa harus mengeluarkan biaya yang tidak terjangkau.
Pengunjung internasional cenderung membeli aksesoris etnik sebagai oleh-oleh bernilai budaya. Bagi mereka, aksesoris ini bukan hanya suvenir, melainkan kenang-kenangan yang membawa esensi Indonesia—keindahan alamnya, kekayaan budayanya, dan keahlian tangan para perajinnya. Pengunjung lokal lebih tertarik pada produk yang bisa dipakai sehari-hari, seperti tas rajutan atau gelang kulit.
Pengunjung mencari aksesoris yang tidak hanya indah, tetapi juga fungsional dan mudah dipadukan dengan gaya sehari-hari. Sementara itu, komunitas fashion menjadikan aksesoris handmade sebagai statement untuk gaya personal sekaligus dukungan terhadap UMKM kreatif. Dalam lingkaran ini, mengenakan aksesoris handmade adalah cara untuk mengatakan bahwa Anda peduli pada kualitas, keberlanjutan, dan komunitas—nilai-nilai yang semakin relevan dalam gaya hidup modern.
