Dukung Perajin Muda, Selvi Gibran Rakabuming Raka Soroti Inovasi Kriya di INACRAFT 2026

ASIAWORLDVIEW – Selvi Gibran Rakabuming Raka ikut hadir dalam acara INACRAFT 2026 atau The Jakarta International Handicraft Trade Fair di Jakarta. Sebagai Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) sekaligus istri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Selvi tampil sebagai sosok yang membawa pesan strategis tentang masa depan kriya Indonesia.

Dalam pembukaan resmi INACRAFT October Vol. 5 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), ia memimpin prosesi yang didampingi sejumlah menteri dan pejabat, menandai dimulainya salah satu pameran kriya terbesar di Asia Tenggara. Namun, yang membuat kehadirannya bermakna bukanlah posisinya semata, melainkan narasi yang ia usung: bahwa kriya Nusantara harus bertransformasi melalui inovasi, teknologi, dan regenerasi perajin muda agar tetap relevan dan kompetitif di era global.

Ia menekankan pentingnya perpaduan antara tradisi kriya dan teknologi. Tema Technocraft yang diusung INACRAFT 2026 menjadi latar yang tepat bagi pesannya bahwa teknologi bukanlah pengganti keterampilan tradisional, melainkan sarana untuk memperkuat nilai dan identitas budaya.

“Integrasi teknologi dan desain modern adalah kunci untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, dan daya saing produk kerajinan Indonesia,” ia mengatakan.

Menurutnya, kriya tidak dapat bertahan hanya dengan mengandalkan romantisme masa lalu, tapi perlu beradaptasi dengan ekosistem produksi dan konsumsi yang terus berubah. Konsumen modern mencari produk yang tidak hanya indah dan bermakna, tetapi juga efisien, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: Wana-warni Wastra Nusantara di INACRAFT 2026: Tradisi Tekstil Bertemu Gaya Hidup Kontemporer

Ia juga meninjau langsung berbagai stan yang menampilkan wajah baru kriya Indonesia. Ia mengunjungi Green Techno Craft Gallery, ASEPHI Youth Tunnel, dan stan batik dari Solo, menunjukkan dukungan terhadap diversifikasi produk kriya berbasis inovasi. Green Techno Craft Gallery, misalnya, menampilkan bagaimana bahan daur ulang dan proses produksi ramah lingkungan dapat diintegrasikan ke dalam kriya.

Sementara ASEPHI Youth Tunnel menjadi ruang bagi perajin muda untuk memperkenalkan karya mereka. Kehadiran Selvi di stan-stan ini bukan sekadar formalitas; ia berdialog dengan para perajin, mendengarkan proses produksi, dan memahami tantangan yang mereka hadapi.

Selvi menegaskan komitmen untuk mendukung youthpreneurs sebagai motor penggerak industri kriya. Pameran ini menjadi wadah bagi wirausahawan muda untuk memperkenalkan produk kreatif mereka, sekaligus berdialog langsung dengan pelaku usaha mengenai proses produksi, pengembangan karya, dan peluang pasar.

Sebagai Ketua Umum Dekranas, Selvi juga menegaskan komitmennya untuk mendampingi perajin agar mampu beradaptasi dengan ekosistem digital dan standar pasar internasional. Ini mencakup pelatihan keterampilan digital, akses ke platform e-commerce, serta pemahaman tentang sertifikasi dan standar kualitas yang dibutuhkan untuk menembus pasar ekspor.

“INACRAFT adalah panggung strategis untuk memperluas jejaring usaha dan membuka akses ekspor bagi produk kriya Indonesia,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *